PENGANTAR PENELITIAN PENDIDIKAN
PENGANTAR PENELITIAN PENDIDIKAN
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi Sebagian Tugas Mata Kuliah
Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu :
Dr. Karlimah, M.Pd
disusun oleh :
Kelompok 1
2A - PGSD
Risma
Mutmainah
|
1605791
|
Putri
Handayani Agustin
|
1604905
|
Shelvia
Nurilfatihah
|
1603621
|
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
SARJANA
UNIVERSITAS
PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS
DI TASIKMALAYA
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah - Nya kepada kita
semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Pengantar
Penelitian Pendidikan” ini pada waktunya. Walaupun hasilnya masih jauh dari apa
yang menjadi harapan Ibu selaku Dosen Mata
Kuliah Penelitian
Pendidikan. Namun sebagai awal pembelajaran dan agar menambah spirit dalam
mencari pengetahuan yang luas dilapangan, bukan sebuah kesalahan jika saya mengucapkan kata syukur.
Kesalahan yang terdapat di dalam makalah ini jelas ada. Namun bukanlah kesalahan yang tersengaja, melainkan karena
kekhilafan dan kelupaan dari kami selaku penyusun. Dari semua kelemahan kami,
kirannya dapat dimaklumi.
Terimakasih saya ucapkan
pula kepada dosen Mata Kuliah Penelitian Pendidikan beserta teman - teman yang
telah memberikan banyak saran dan pengetahuannya sehingga menambah hal baru
bagi kami. Terutama sumbangannya dalam hal materil berupa referensi mengenai “Pengantar
Penelitian Pendidikan”.
Demikian harapan kami, semoga hasil pengkajian ini
dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan menambah referensi sekaligus ilmu
pengetahuan yang baru pula. Amin.
Tasikmalaya, Februari 2018
Penyusun
|
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
...................................................................................
|
i
|
DAFTAR ISI ..................................................................................................
|
ii
|
BAB I
PENDAHULUAN
.........................................................................................
|
1
|
1.1
Latar Belakang
.........................................................................................
1.2
Rumusan Masalah
....................................................................................
1.3
Tujuan Penulisan Makalah
.......................................................................
1.4
Metode Penulisan
.....................................................................................
|
1
1
1
2
|
BAB II
PEMBAHASAN
............................................................................................
|
3
|
2.1 Tujuan
Penelitian
.....................................................................................
2.2 Tugas
Peneltian
........................................................................................
2.3 Jenis
Penelitian .........................................................................................
2.4 Penertian
Penelitian Pendidikan ..............................................................
2.5 Sejarah
Penelitian Pendidikan
..................................................................
|
3
4
5
8
9
|
BAB III
PENUTUP
......................................................................................................
|
12
|
3.1 Kesimpulan
..............................................................................................
3.2 Saran
........................................................................................................
|
12
12
|
DAFTAR RUJUKAN
....................................................................................
|
13
|
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Salah satu dari Tri Dharma Perguruan
Tinggi adalah penelitian, oleh karena itu, banyak dosen ataupun mahasiswa yang
melakukan penelitian dalam pendidikan. Penelitian itu ada yang bersifat
mandiri maupun yang bersifat proyek. Banyak kita lihat penelitian para dosen
maupun mahasiswa dilaksanakan dilaboraterium, kelas, bahkan terjun langsung ke
lapangan.
Penelitian pendidikan hendaknya
dilaksanakan secara sitematis, logis, dan secara berencana. Secara sistematis
artinya berdasarkan pola dan teknik tertentu serta sesuai dengan aturan-aturan
ilmiah dalam penelitian pada umumnya. Logis atrinya dilaksanakan berdasarkan
logika berfikir ilmiah dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah dan
prinsip- prinsip teori penelitian. Sedangkan secara berencana, yaitu
betul- betul direncanakan secara sengaja tentang apa yang akan diteliti, bagaimana
cara meneliti, kapan diadakan penelitian, siapa yang menelitinya, mengapa hal
itu diteliti, dimana tempat atau lokasinya penelitian, dan sebagainya.
Penelitian dipandang sebagai kegiatan
yang dilakukan secara sistematik untuk menguji jawaban-jawaban sementara
(hipotesis) tentang permasalahan yang diteliti melalui pengukuran yang cermat
terhadap fakta-fakta secara empiris konsep penelitian tersebut lambat laun
dapat pula diterima atau diterapkan dalam ilmu- ilmu sosial sekalipun
pengukurannya dalam ilmu – ilmu kealaman. Oleh sebab itu, sebelum kita
melakukan penelitian terlebih dahulu kita harus mengetahui apa tugas, jenis,
bahasa, dan sejarah penelitian itu sendiri.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dalam
penulisan makalah ini, diantaranya :
1. Apa
tujuan dari penelitian ?
2. Apa
tugas dari penelitian ?
3. Apa
saja jenis penelitian ?
4. Bagaimana
bahasa yang digunakan dalam penelitian ?
5. Bagaimana
sejarah awal mula penelitian ?
1.3
Tujuan
Penulisan Makalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini,
diantaranya :
1. Untuk
mengetahui tujuan dari penelitian
2. Untuk
mengetahui tugas dari penelitian
3. Untuk
mengetahui jenis-jenis penelitian
4. Untuk
mengetahui bahasa yang digunakan dalam penelitian
5. Untuk
mengetahui sejarah awal mula dilakukannya penelitian.
1.4
Metode
Penulisan Makalah
Metode
penulisan dalam penyelesaian penyususnan makalah ini menggunakan metode studi
literatur yaitu buku yang berkaitan dengan pembahasan materi makalah ini dan
media sosial di internet yang masih ada hubungannya dengan materi yang dibahas.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Tujuan
Penelitian
Riset
atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang
dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori,
dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan
tersebut. Istilah ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi menyeluruh mengenai suatu subjek tertentu, dan biasanya
dihubungkan dengan hasil dari suatu ilmu
atau metode
ilmiah. Kata ini diserap
dari kata bahasa
Inggris research yang
diturunkan dari bahasa
Perancis yang memiliki arti
harfiah "menyelidiki secara tuntas". Penelitian sangatlah penting
terutama bagi seorang mahasiswa, biasanya seorang mahasiswa akan melakukan
pengabdian kepada masyarakat sekaligus melakukan penelitian.
Pentingnya melakukan penelitian bagi seorang mahasiswa yaitu :
1. Mengembangkan materi pengajaran
2. Mendukung
pengabdian masyarakat
3. Meningkatkan
reputasi kampus.
Menurut
Sutrisno Hadi Penelitian adalah usaha untuk menemukan apa pun untuk mengisi
kesenjangan atau gap, dan memiliki tujuan untuk menggali lebih dalam apa yang
sudah ada, untuk mengembangkan dan memperluas, dan untuk menguji kebenaran dari
apa yang sudah ada, tapi sebenarnya masih diragukan.
Adapun
tujuan umum dari penelitian yaitu sebagai berikut :
1. Eksploratif
(penjajagan)
Eksploratif
adalah studi yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya
tidak pernah ada. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum
pernah diketahui sebelumnya. Misalnya suatu penelitian telah menghasilkan
kriteria kepemimpinan 9 efektif dalam manajemen berbasis sekolah.
Atau penelitian yang menghasilkan suatu metode baru pembelajaran
matematika yang menyenangkan siswa.
2. Verifikatif
(pengujian)
Verifikatif
adalah studi yang tujuannya adalah untuk melakukan tes pada teori / penelitian
sebelumnya, sehingga akan diperoleh hasil dapat digunakan untuk membatalkan
atau memperkuat teori penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Misalnya,
suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruh kecerdasan
emosional terhadap gaya kepemimpinan. Penelitian yang
dilakukan untuk menguji efektivitas
metode pembelajaran yang telah dikembangkan di luar negeri jika diterapkan di
Indonesia.
3. Development
(pengembangan/pembangunan)
Development
adalah studi yang tujuannya adalah untuk mengembangkan, menggali dan memperluas
lebih dalam masalah / teori ilmiah juga menjadi lebih sebagai sarana pemecahan
berbagai masalah di masyarakat dan penelitian ini dilaksanakan untuk
mengembangkan sesuatu ilmu pengetahuan yang telah ada. Penelitian dilakukan
untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pengetahuan yang telah ada. Misalnya
penelitian tentang implementasi metode inquiry dalam pembelajaran IPS
yang sebelumnya telah digunakan dalam pembelajaran IPA. Contoh lainnya adalah
penelitian tentang sistem penjaminan mutu (Quality Assurannce) dalam
organisasi/satuan pendidikan yang sebelumnya telah berhasil diterapkan dalam
organisasi bisnis/perusahaan.
2.2
Tugas
Penelitian
Tugas dalam melakukan penelitian yaitu sebagai berikut
:
1. Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan
masalah
Setiap
penelitian harus dimulai dengan adanya masalah. Dengan adanya masalah-masalah
yang banyak dihadapi seseorang tentunya sebelum meneliti harusnya diidentiikasi
terlebih dahulu. Masalah yang sudah teridentiikasi harus dirumuskan secara
jelas, karena hal ini merupakan pangkal dari segala aspek penelitian.
2. Merumuskan hipotesis
Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Dalam tahapan ini
peneliti haruslah sudah mulai memperoleh jawaban-jawaban sementara untuk
memecahkan masalah.
3.
Menguji Hipotesis secara
empirik
Suatu
hipotesis harus diuji berdasarkan data empiris, yaitu berdasarkan apa yang
dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi atau
lapangan empiris yang memberi data yang diperlukan.
4.
Melakukan pembahasan
Setelah
data diperoleh, selanjutnya data tersebut dibahas dengan adanya sumber dari
dasar teori. Dalam pengolahan data, yang pertama kali dilakukan adalah menguji
tingkat validitas dan reliabilitasnya. Menganalisa data yang diperoleh
merupakan langkah yang sangat kritik dalam penelitian. Penelitian harus
memastikan teknik analisis mana yang akan dipilih.
5.
Menarik kesimpulan.
Dari
hasil analisa tadi maka dapatlah menarik kesimpulan yang merupakan pemecahan
dari masalah tadi. Bukan untuk menambah masalah yang baru lagi.
2.3 Jenis Penelitian
Berdasarkan pendekatan, jenis penelitian
di kategorikan menjadi dua macam yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian
kualitatif. Keduanya memiliki asumsi, karakteristik dan prosedur penelitian
yang berbeda.
1.
Kuantitatif
a) Asumsi
Tentang Realita
Penelitain kuantitatif
didasarkan pada konsep positivisme yang bertolak dari asumsi bahwa realita
bersifat tunggal, fixed, stabil,lepas dari kepercayaan dan perasaan-perasaan
individual. Realita tersusun atas bagian dan unsur yang terpisah satu sama lain
dan dapat diukur dengan menggunakan instrument.
b) Tujuan
Penelitian
Penenilitian kuantitatif bertujuan mencari hubungan dan menjelaskan
sebab-sebab perubahan dalam fakta-fakta sosial yang terukur.
c) Metode dan Proses Penelitian
Penenilitian kuantitatif memiliki serangkaian
langkah-langkah atau prosedur baku yang menjadi pegangan para peneliti.
Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan tertutup , sudah tersusun sempurna
sebelum pengumpulan data dilakukan.
d) Kajian Khas
Penelitian kuantitatif
menggunakan rancangan penelitian eksperimental atau korelasional sebagai kajian
khasnya (protypical studies) untuk
mengurangi kekeliruan, bias, variabel-variabel ekstraneus, Dalam penelitian
kuantitatif bias dan subjektivitas sangat dihindari.
e) Peranan
Peneliti
Dalam penelitian
kuantitatif peneliti terlepas dari objek yang diteliti, dicegah jangan sampai
ada hubungan atau pengaruh dari peneliti.
f) Pentingnya Konteks dalam Penelitian
Penelitian kuantitatif
diarahkan pada menemukan generalisasi universal yang bebas dari konteks
situasi.
2.
Kualitatif
a) Asumsi
Tentang Realita
Penelitain kuantitatif
didasarkan pada konsep kontruktivisme, yang memiliki pandangan bahwa realita
bersifat jamak, menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dipisah-pisah.realita bersifat terbuka,
konstektual, secara social meliputi persepsi dan pandangan –pandangan individu
dan kolektif, diteliti dengan menggunakan manusia sebagai instrument.
b) Tujuan
Penelitian
Penenilitian kualitatif lebih diarahkan untuk memahami
fenomena-fenomena social dari perspektif partisipan. Ini diperoleh melalui pengamatan
partisipasif dalam kehidupan orang-orang yang menjadi patisipan.
c) Metode dan Proses Penelitian
Penelitian kualitatif menggunakan strategi dan prosedur
penelitian yang sangat fleksibel. Penelitian ini menggunakan rancangan terbuka
yang disempurnakan selama pengumpulan data.
d) Kajian Khas
Penelitian kualitatif
menggunakan kajian etnografis untuk memahami keragaman perspektif dalam situasi
yang diteliti, sebagai ciri khasnya. Dalam penelitian kuantitatif bias dan
subjektivitas sangat dihindari, sedang dalam penelitian kualitatif hal-hal
subjektif termasuk yang diperhitungkan dalam pengumpulan dan analisis data.
e) Peranan
Peneliti
Dalam penelitian
kualitatif peneliti lebur (immersed) dengan situasi yang diteliti. Peneliti
adalah pengumpul data, orang yang ahli dan memilki kesiapan penuh untuk
memahami situasi, ia peneliti sekaligus sebagai instrumen. Penelitian
kualitatif disebut juga “penelitian subjektif” (disciplined subjectivity)
atau “penelitian reflektif” (reflexivity), peneliti melakukan penguji
sendiri secara kritis (critical self examination) selama proses
penelitian.
f) Pentingnya
Konteks dalam Penelitian
Penelitian kualitatif
sebaliknya meyakini pengaruh situasi terhadap hal yang diamati. Seorang
peneliti tidak akan dapat memahami kerangka kehidupan dari situasi dimana
orang-orang itu berada. Mereka berpikir, berperasaan dan berbuat dalam konteks
kerangka kehidupannya. Penelitian kualitatif mengembangkan generalisasi dalam
kesatuan konteks.
Selain berdasarkan cara pendekatannya,
penelitian juga bisa dibedakan berdasarkan jenisnya, diantaranya :
1.
Penelitian Dasar
Penelitian dasar (Basic Research) disebut juga
penelitian murni (Pure Research) atau penelitian pokok (Fundamental
Research), diarahkan pada pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan
tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik. Penelitian dasar tidak
diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Para ilmuwan berperan
mengembangkan pengetahuan dan tidak perlu selalu memiliki implikasi praktis.
Tujuan penelitian dasar adalah - menambah pengetahuab kita dengan prinsip dasar
dan hukum-hukum ilmiah, - meningkatkan pencarian dan
metodologi ilmiah.
2.
Penelitian
Terapan
Penelitian terapan (Applied Research) berkenaan
dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang
dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian dasar
berfungsi menghasilkan pengetahuan untuk mencari solusi tentang masalah-masalah
dalam bidang tertentu.
3.
Penelitian
Evaluatif
Penelitian evaluatif (Evaluation Research) difokuskan
pada suatu kegiatan dalam suatu unit (site) tertentu. Kegiatan tersebut dapat
berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa
tempat, organisasi, ataupun lembaga. Penelitian evaluatif berbeda dengan
evaluasi formal. Evaluasi formal bisa dilakukan oleh para peneliti atau
pelaksana dalam bidangnya, tidak membutuhkan latihan-latihan khusus. Untuk
dapat melakukan penelitian evaluatif membutuhkan latihan khusus dalam beberapa
disiplin ilmu, metodologi dan keterampilan yang berhubugan dan komunikasi
secara interpersonal. Penelitian evaluatif yang bersifat komprehensif
membutuhkan data kuantitatif dan kualitatif dari beberapa studi terkait yang
dilaksanakan dalam berbagai tahapan kegiatan.
Jenis – jenis penelitian berdasarkan
tujuannya yaitu :
1.
Penelitian
Deskriptif
Penelitian deskriptif (Descriptive Research)
ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa
adanya. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau
memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian, semua
kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa adanya. Penelitian deskriptif juga
dapat dilakukan melalui studi kecenderungan. Dengan melihat perkembangan selama
jangka waktu tertentu, pada saat ini atau saat yang lalu dapat dilihat
kecenderungannya pada masa yang akan datang.
2.
Penelitian
Prediktif
Penelitian prediktif (Predicvtive Research) studi ini
ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau
berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat
ini. Penelitian deskriptif dilakukan melalui penelitian yang bersifat
korelasional (correlational studies) dan kecenderungan (trend studies).
Melalui penelitian korelasional, selain dapat dicari korelasi antara dua atau
lebih dari dua variabel juga dapat dihitung regresinya. Melalui perhitungan
regresi ini, baik regresi parsial maupun multipel dapat diprediksi dampak atau
kontribusi dari satu atau lebih dari satu variabel terhadap variabel
lainnya.Prediksi tentang jumlah penduduk lima atau sepuluh tahun yang akan
datang bisa dihitung berdasarkan perkembangan penduduk selama lima sampai
sepuluh tahun yang lalu.
3.
Penelitian
Improftif
Penelitian improftif (improvetive research) ditujukan
untuk memperbaiki, menigkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau
pelaksanaan suatu program.
4.
Penelitian
Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research)
ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau
variabel. Variabel dalam pendidikan dapat berupa guru mengajar, membimbing,
mengevaluasi, murid belajar, mengerjakan tugas, dll.
2.4 Pengertian Penelitian Pendidikan
Secara umum, penelitian diartikan sebagai
suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan
logis untuk mencapai tujuantujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data
menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif dan
kualitatif, eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau noninteraktif.
Metode-metode tersebut telah dikembangkan secara intensif, melalu berbagai uji
coba sehingga telah memiliki prosedur yang baku. Penelitian (research) dapat
diartikan sebagai upaya atau cara kerja yang sistematik untuk menjawab
permasalahan atau pertanyaan dengan jalan mengumpulkan data dan merumuskan
generalisasi berdasarkan data tersebut. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai proses yang sistematis untuk
memperoleh pengetahuan (to discover knowledge) dan pemecahan masalah (problem
solving) pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan maupun
analisis datanya, serta membuat rumusan generalisasi berdasarkan penafsiran
data tersebut.
Penelitian
dapat di tinjau dari beberapa segi diantaranya :
1. Dari
segi proses penelitian merupakan berbagai kegiatan yang meliputi, mengumpulkan,
mengolah, menyajikan, menganalisa data, serta interpretasi dan pengambilan
kesimpulan.
2. Dari
segi pendekatan penelitian merupakan kegiatan dengan mempergunakan
pendekatan-pendekatan ilmiah (metode ilmiah).
3. Dari
segi tujuan suatu penelitian dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dalam rangka memecahkan permasalahanpermasalahan baik untuk
kebutuhan secara praktis maupun teoritis.
Penelitian merupakan upaya untuk
mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori. Dalam kaitannya
dengan upaya pengembangan pengetahuan, Welberg (1986) mengemukakan lima langkah
pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu:
1. Mengidentifikasi
masalah penelitian.
2. Melakukan
studi empiris.
3. Melakukan
replikasi atau pengulangan.
4. Menyatukan
(sintesis) atau mereview.
5. Menggunakan
dan mengevaluasi (McMillan dan Schumacher, 2001: 6).
Penelitian dapat pula diartikan sebagai
cara dan proses penemuan melalui pengamatan atau penyelidikan yang bertujuan
untuk mencari jawaban permasalahan atau persoalan sebagai suatu masalah yang
diteliti. Kerlinger (1986) mengemukakan, penelitian adalah proses penemuan yang
mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan berdasarkan pada
teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Hasil penemuan tersebut, baik
discovery atau invention. Hasil temuan sesuatu yang memang sudah ada dengan
dukungan fakta biasa disebut discovery. Sukardi (2005) mengatakan, discovery
diartikan sebagai hasil temuan memang sebetulnya sudah ada. Ia mencontohkan,
misalnya penemuan Benua Amerika. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa invention
dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan
dukungan fakta, misalnya hasil kloning dari hewan yang sudah mati dan
dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru
2.5 Sejarah Penelitian Pendidikan
Untuk mengetahui bagaimana proses dari terbentuknya sebuah
penelitian pendidikan maka perlu adanya sebuah riset yang menyatakan atau
menjelaskan mengenai Sejarah Penelitian Pendidikan itu sendiri. Berdasarkan
artikel artikel yang tersebar, penelitian pendidikan usianya masih tergolong
muda, sebab usianya masih kurang dari 18 tahun. Awalnya penelitian pndidikan
ini diawali oleh bidang ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17 dan 18. Kemudian
pada abad ke 19 barulah ilmu pendidikan menggunakan metodologi ilmu. Alat
pengukuran, alat pengamatan dan peliknya gejala – gejala dalam kehidupan
menjadi faktor penghambat dalam perkembangan disiplin ilmu ini.
1.
Awal Pengukuran.
Benih gerakan penelitian disemaikan pada tahun 1879, ketika Wilhelm Wundt
mendirikan laboratorium psikologi - eksperimental yang pertama di Leipzig, Jerman. Dari
psikologi - eksperimental inilah yang menjadi awal timbulnya sejumlah
prosedur penelitian. Perkembangan
penelitian pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh Sir Francis Galton
(1822-1911), yang menyelidiki perbedaan - perbedaan individu di kalangan masyarakat. Galton mempelopori penggunaan metode korelasi. Di Amerika Serikat,
James Mc Keen Cattell, yang pernah belajar di Jerman kepada Wundt dan juga
terpengaruh oleh Galton, memulai suatu penyelidikan yang sistematis. Cattell menekankan perlunya pembakuan prosedur tes
guna memperoleh pengukuran yang sebanding dari para subyek. Apa yang dimulai
Cattell ini mengakibatkan timbulnya studi sistematis tentang
perbedaan-perbedaan individu dalam fungsi-fungsi kemanusiaan lainnya, termasuk
pengukuran kecerdasan.
2.
Awal Penelitian
Pendidikan.
Joseph M. Rice pada umumnya dikenal sebagai perintis dalam gerakan
penelitian pendidikan. Di tahun 1897, ia menerbitkan dua artikel yang
melaporkan hasil penyelidikannya tentang hasil belajar mengeja (spelling)
anak - anak sekolah di Amerika Serikat. Dalam karya Rice, orang dapat melihat
pembentangan pendirian yang menekankan pentingnya penelitian di dalam pola
pemikiran total mengenai pendidikan, suatu wewenang untuk menilai kelebihan dan
kelemahan praktek-praktek pendidikan serta menyarankan jalan ke arah perbaikan.
3.
Periode
Perintisan (1900 - 1920).
Pada tahun
1990 – 1920 merupakan masa eksplorasi dan
pengembangan alat pengukur yang diperlukan oleh para peneliti. Di tahun 1905,
Alfred Binet menerbitkan skala kecerdasan praktis yang pertama, sesuatu yang
sangat dibutuhkan di negerinya pada waktu itu. Pada era ini, banyak bermunculan riset - riset ilmiah di bidang pendidikan dengan menggunakan statistik. Studi statistik
yang pertama tentang kemajuan anak - anak di sekolah dilakukan oleh Thorndike (1901),
Ayres (1909) dan Strayer (1911). Berkat penelitian mereka, maka norma-norma
hasil belajar secara nasional bagi semua tingkatan kelas dapat ditetapkan,
serta kemajuan anak - anak berdasarkan norma - norma ini dapat di evaluasi.
4.
Periode
Perluasan (1920 - 1945)
Periode ini merupakan masa perkembangan yang pesat bagi penelitian
pendidikan. Jumlah alat ukur yang tersedia bagi para peneliti bertambah dengan
pesat, ditandai dengan terbitnya Mental Measurement Year-Book.
Penelitian pendidikan ditetapkan sebagai suatu bidang studi di perguruan
tinggi. Program sarjana bidang pendidikan mulai menjadikan penelitian
pendidikan sebagai mata kuliah wajib. Buku karya Mc Call ’How to Experiment
in Education’ yang terbit di tahun 1923, merupakan salah satu dari buku - buku pertama yang membahas masalah pengendalian
dalam eksperimentasi pendidikan. Dan terobosan besar juga terjadi di tahu 1935,
ketika Fisher mengembangkan desain - desain statistik variabel berganda (multivariat
statistical designs).
5.
Periode
Penilaian Secara Kritis (1945 - sekarang)
Ruang lingkup penelitian pendidikan telah semakin diperluas. Setiap tahun
banyak penelitian dilakukan dengan tujuan menetapkan keefektifan semua aspek
kurikulum, metode pengajaran, bimbingan, serta praktek - praktek administrasi. Penelitian pendidikan tidak
lagi hanya merupakan usaha pencarian fakta belaka.
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Penelitian
pendidikan adalah sebuah proses yang sistematis untuk memperoleh pengetahuan
(to discover knowledge) dan pemecahan masalah (problem solving) pendidikan
melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan maupun analisis datanya, serta
membuat rumusan generalisasi berdasarkan penafsiran data tersebut. Penelitian
pendidikan usianya masih tergolong muda, sebab usianya masih kurang dari 18
tahun. Awalnya penelitian pndidikan ini diawali oleh bidang ilmu pengetahuan
alam pada abad ke 17 dan 18. Kemudian pada abad ke 19 barulah ilmu pendidikan
menggunakan metodologi ilmu. Adapun tujuan umum dari penelitian
yaitu sebagai eksploratif (penjagaan), verifikatif (pengujian) dan development
(pengembangan/pembangunan). Tugas – tugas dalam penelitian terdiri dari mengidentifikasi,
memilih dan merumuskan masalah; merumuskan hipotesa; melakukan hipotesis secara
empirik; melakukan pembahasan; dan menarik kesimpulan.
Setelah mengetahui tujuan dari penelitian pendidikan, maka penelitian
pendidikan dapat di bedakan menjadi beberapa jenis, yaitu dapat dibedakan
berdasarkan cara pendekatannya (terdiri pendekatan kualitatif dan kuantitatif),
berdasarkan jenisnya (yang terdiri dari penelitian dasar, penelitian terapan, dan
penelitian evaluatif) dan yang terakhir ada jenis penelitian pendidikan yang
didasarkan pada tujuannya (yang terdiri dari penelitian deskripsi, penelitian
prediktif, penelitian improftif dan penelitian eksplanatif).
3.2 SARAN
Bagi pembaca di harapkan dapat menambah
sedikit wawasan yang dimiliki setelah membaca isi makalah ini dan mampu
memberikan informasi kepada orang lain mengenai “Pengantar Penelitian
Pendidikan”. Serta direkomendasikan kepada pembaca untuk memanfaatkan makalah
ini dengan baik. Jadikan makalah ini sebagai referensi dalam kajian / pembuatan
karya tulis lainnya.