Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

RIVIEW JURNAL



PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TEMA BERMAIN DENGAN BENDA-BENDA DI SEKITAR
Hamdu, Ghullam., Aeni, Nur & Saepulrohmah, Asep. (2016). Media Pembelajaran. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Masalah Tema Bermain Dengan Benda-Benda Di Sekitar. hlmn.80 – 86.

Abstract
Media pembelajaran konvensional yang sering digunaka di SD saat ini kurang tepat. Karena masih adanya sekolah – sekolah yang hanya menggunakannya sebagai simbol. Oleh sebab itu, peneliti merancang sebuah medi pebelajaran yang di sebut dengan Pembelajaran Berbasis Metode.
Introduction
Penelitian berbasis masalah adalah sebuah penelittian yang bertujuan untuk mengidentifikasi, memperoleh dan menghasilkan sebuahbentuk dan media pembelajaran berbasis masalah. Karakteristik dari PBM ini ialah adanya masalah autentik, fokus interdisipliner, memfasilitasi penyelidikan, pembelajaran secara kolaborasi, dan yang terakhir ialah menghasilkan produk/karya. Selain menyajikan masalah, media pembelajaran berbasis masalah ini juga harus memfasilitasi siswa dalam penyelikan terhadap suatu kasus untuk menemukan sebuah jawaban.
Literature
Pembelajaran berbasis masalah ini di lakukan berasarkan kosep teori DBR. Dimana dalam proses ini dilakukan penelitian terlebih dahuluu guna medapatkan sebuah prodak untuk di terapkan di dunia SD. Proses penelitian ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pengidentifikisian prodak sampai dengan hasil yang akan di dapatkan ketika penelitian ini selesai.
Methods Overview
Metode yang digunakan dalam jurnal penelitian ini adalah DBR (Design – Based – Reasearh). Proses yang digunakan untuk menerapkan metode ini di bagi menjadi  konsep, yaitu identifikasi dan analisis masalah, pengembangan prototype program, uji coba dan implementasi prototype program, dan refleksi
Result
Hasil dari penelitian yang dilakukan di dalakukan dalam jurnal tersebut ialah terbentuknya sebuah media pembelajaran berbasis masalah yang menyediakan dan memfasilitasi siswa dalam pemecahan masalah guna mendapatkan jawaban.
Discussion and Conclutions
Masih banyak sekolah yang menggunakan media pembelajaran sebatas pengenalan simbol saja. Padahal kebutuhan siswa terhadap benda yang nyata dalam pembelajara sangatlah penting. Oleh sebabitu, media pembelajaran merupakan salah satu metodeyang dapat diterapkan untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada di SD.
PENGEMBANGAN MEDIA GAYANGHETUM (GAMBAR WAYANG HEWAN DAN TUMBUHAN) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERINTEGRASI  KELAS IV SD

Oktaviantil, Rizki & Wijayanto, Agus. (2014). Mimbar Sekolah Dasar. Pengembangan Media Gayanghetum (Gambar Wayang Hewan Dan Tumbuhan) Dalam Pembelajaran Tematik Terintegrasi  Kelas Iv Sd. 1 (1) hlmn. 65 - 70

Abstract
Media GAYANGHETUM merupakan pengembangan dari media wayang yang efektif untuk digunakan dalam pembelajaran. Media ini di gunakan sebagai bentuk  bentuk kreatifitas dari pengembangan dan pemanfaatan lingkungan.
Introduction
Ada banyak faktor yang dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, diataranya adalah faktor ligkugan dan faktor pemanfaatan media pembelajaran. Sering sekali lingkungan sekitar terabaikan untuk dijadikan sebagai alat pendukung pembelajaran. Padahal siswa membutuhkan hal – hal konkrit untuk belajarnya. Media Gahanghetum merupakan salah satu rekomended buat para guru untuk digunakan di sekolah dasar. Sebab, media ini merupkan hasil dari penelitian.
Literature
Media GAYANGHETUM ini di kembangkan berdasarkan gaya belajar positif bagi siswa, yaitu lebih fokus pada materi pembelajaran, mencintai lingkungan sekitar dan dan dapat menggunakan benda – benda terpakai yang tersedia di lingkungan sekitar. Media GAYANGHETUM ini sangat cocok di gunakan atau diterapkan. Sebab, media ini telah menunjukkan range bobot presentase yang ditentukan oleh Arikunto sebesar 81%-100%. Jadi sudah terlihat baik dan efisien jika hendak di terapkan.
Methods Overview
Metode penelitan yang di gunakan di dalam jurnal ini adalah Research and Development berupa pengembangan media pembelajaran.
Result
Terwujudnya Media GAYANGHETUM serta di lengkapi oleh buku panduan penggunaan media GAYANGHETUM dan contoh penggunaan media ini.
Discussion and Conclutions
Kurangnya pemanfaatan lingkungan dan benda terpakai di lingkungan sekitar dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa cenderung jenuh akan teori  - teori yang di berikan. Maka peneliti menciptkan media GAYANGHETUM yang merupakan media pengembangan dari wayang dimana cara penggunaannya dengan mendalang.



PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC  PADA SUBTEMA GAYA DAN GERAK

Iryanti, Iir., W.S, Rustono., & Saepulrohman, Asep. (2014). Media Pembelajaran. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Pendekatan Scientific  Pada Subtema Gaya Dan Gerak. hlmn. 141 - 150

Abstract
Dalam kasus kali ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Desain awal media pembelajaran dapat mengurangi learning obstacle siswa sebesar 12,103%, dan desain pengembangan media pembelajaran dapat mengurangi learning obstacle siswa sebesar 16,18%.
Introduction
Media pembelajaran merupakan peranan yang sangat penting dalam belajara. Sebab media pembelajarn dapat mengantar serta merangsang bakat dan minat siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Literature
Tujuan diadakannya pendekatan ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis pendekatan scientific dengan cara mengungkap learning obstacle siswa disebabkan belum baiknya penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran yang berguna untuk mengatasi hambatan belajar yang dialami siswa  di kelas IV Sekolah Dasar yang menggunakan kurikulum 2013.
Methods Overview
Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Didactical Design Research (DDS) yang terdiri atas tiga tahap, yaitu Prospektif Analysis, Metapedadidaktik Analysis, dan Retrosfektif Analysis.
Result
Dari penelitian ini di peroleh hasil beberapa learning obstacle siswa yang disebabkan belum baiknya penggunaan media dan desain media pembelajaran untuk mengatasi learning obstacle siswa pada subtema Gaya dan Gerak pembelajaran kesatu.
Discussion and Conclutions
Belum adanya cara untuk mengatasi permasalahan learning obstacle yang di sebabkan belum baiknya penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Maka Pendekatan Scientifik merupakan salah atu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan – permasalahan tersebut.






PENGEMBANGAN MEDIA MOCK - UP PADA MODELPEMBELAJARAN LATIHAN PENELITIAN DI SEKOLAH DASAR   

Nurlaila, Nisa., Hamdu, Ghullam., & Muliasari, Desiani N. (2016).  Pengembangan Media Mock - Up Pada Modelpembelajaran Latihan Penelitian Di Sekolah Dasar. hlmn. 85 - 93.

Abstract
Pengalaman merupakan pembelajaran yang sangat penting bagi siswa, sebab dengan pengalaman siswa akan merasakan pembelajaran yang lebih bermakna.  Sabjek penelitian dalam kasus ini adalah guru dan siswa kelas IV. Fakta di lapangan, media pembelajaan hanya digunakan sebatas media praktis saja. Maka peneliti berinisiatif untuk mengembangkan dan memodifikasi media pembelajaran.
Introduction
Manusia hidup untuk belajar, dan manusia bisa belajar sejak dia bayi sampai akhir hayat. Belajar dapat terjadi dimana saja, baik itu di lingkungan formal maupun nonformal. Pembelajaran akan berlangsung baik jika disertai dengan perangkat pendukung pembelajaran. Seperti halnya dengan media, yang merupakan pendukung untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. 
Literature
Media merupakan salah atu bentuk untuk menbaantu keberhailn dalam proses pembelajaran. Penggunaan media jug harus dipilih berdasarkan beberapa kriteria, salah satunya adalah yang dapat menarik perhatian siswa. Dengan beriringnya waktu, mak peneliti menemukan sebuah solusi untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan mengembaangkann media pembelajaran model Mock – Up. Ada 4 langkah yang digunakan dalam penelitin dan pengembangan model ini, diataranya identifikassi dan analisis masalah, mengembangkan prototype, proses berulang dan refleksi.
Methods Overview
Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Didactical Design Research (DDS) model reeves.
Result
Media pembelajaran Mock – Up
Discussion and Conclutions
Masih adanya perdebatan mengenai penggunaan media pembelajaran di SD. Maka peneliti terus mengidetifikasi permasalahan yang terjadi sehingga tercipta sebuah modia pengembangan model Mock – Up.


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA SUBTEMA AYO CINTAI LINGKUNGAN 

Sofyan, Rudi., WS., Rustono., & Hamdu, Ghullam. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Tematik Berbasis Multimedia Interaktif pada Subtema Ayo Cintai Lingkungan. hlmn. 273 – 280.

Abstract
Media pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Dalam pebelajaran tematik, media pembelajaran masih jarang digunakan. Ketersediaan fasilitas TIK di sekolah biasanya sudah legkap, namun dalam segi pemanfaatnnya masih sangat minim. Maka beranjak dari hal itu, peneliti bermaksud untuk mengembangkan sebah media berbasis multimedia.
Introduction
Penggunaan strategi, metode dan media pembelajaran yang tepat dapat menciptakan suatu proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Perencanaan tersebut dapat dilihat dari aspek stategi, metode, bahan ajar, media pembelajaran, ataupun  aspek lain yang mendukung proses pembelajaran.
Literature
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dinilai sangat penting. Dengan adanya media pembelajaran, proses penyampaian materi dalam pembelajaran menjadi lebih mudah dan terarah. Pengembangan media pembelajaran tematik berbasis multimedia interaktif pada subtema ayo cintai lingkungan disusun berdasarkan masalah yang ditemukan peneliti di lapangan, serta dibuat berdasarkan kajian literatur dan hasil analisis terhadap kurikulum. Selanjutnya dirancang dalam storyboard dan dikerjakan menggunakan software Adobe Captivate.
Methods Overview
Metode penelitian yang di gunakan adalah metode Didactical Design Research (DDS).
Result
Media pembelajaran tematik berbasis multimedia interaktif pada subtema ayo cintai lingkungan untuk kelas IV Sekolah Dasar. Produk ini dikemas ke dalam bentuk CD Interaktif dan dilengkapi dengan buku panduan penggunaannya.
Discussion and Conclutions
Minimnya pemanfaatan fasilitas TIK di lingungan sekolah dasar. Melihat hal tersebut, maka terciptalah sebuah media pembelajaran berbasis multimedia


DEVELOPMENT AND VALIDATION OF A SOCIAL MEDIA AND SCIENCE LEARNING SURVEY

Molla, Rachel & Nielsenb, Wendy. (2017). International Journal Of Science Education, Part B Communication And Public Engagement. Development And Validation Of A Social Media And Science Learning Survey. Vol. 7 (1). hlmn. 14 - 30

Abstract
Versi final dari Media Sosial dan Survey Belajar Sains dapat digunakan oleh pendidik dan peneliti untuk memahami bagaimana alat media sosial dapat dimanfaatkan untuk memungkinkan belajar muncul dan menggunakan pengetahuan ini untuk membingkai rekomendasi, dan metode untuk mengintegrasikan alat ini ke dalam kelas lingkungan berbasis.
Introduction
Media sosial merupakan salah satu cara yang dapat di gunakan untuk memudahkan suatu pekerjaan. Banyak sekali manfaat dari media sosial. Sehingga dalam ilmu pengetahuan sosial media sosial sering di libatkan guna mempermudah pemahaman peserta didik dalam belajar.
Literature
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana alat media sosial dapat dimanfaatkan untuk media pembelajaran dan bisa digunakan di ruang kelas. Selain itu, adanya pemanfaatan media sosial bagi siswa di ruang kela juga dapat menambah daya dukung proses belajar siswa. Sehingga siswa akan merasa lebih aktif dan penasaran ketika memanfaatkan media ini.
Methods Overview
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis data. Dimana dalam pengembangannya menggunakan model pendekatan induktiff.
Result
Dari penelitian ini diperoleh hasil, yaitu adanya cara pemanfaatan media sosial untuk proses belajar mengajar. Baik itu dari segi sosial maupun non sosialnya. Salah satunya adanya forum online untuk memecahkan suatu permasalahan.
Discussion and Conclutions
Adanya kebingungan mengenai cara siswa memanfaatkan media sosial dalam proses pembelajaran. Sehingga terwujudnya media sosial sebagai alat atau media pembelajaran di kelas melalui forum chating dan striming.




EXAMINING ELEMENTARY SOCIAL STUDIES MARGINALIZATION : A MULTILEVEL MODEL

G. Fitchett, Paul., L. Heafner, Tina & G. Lambert, Richard. (2012). Educational Pollicy. Examining Elementary Social Studies Marginalization : A Multilevel Model. Vol. 28 (I). hlmn. 40 – 68.

Abstract
Dalam proses penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengujian negara merupakan prediktor yang signifikan terhadap SD disaat guru dilaporkan untuk pengajaran ilmu sosial. Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan negara  memiliki dampak yang besar pada prioritas studi sosial di SD.
Introduction
Dalam penelitian ini, kami memeriksa sejauh mana ukuran akuntabilitas antara negara bagian dan indikator tingkat kelas dikaitkan dengan lamanya waktu dalam studi sosial. Hasil menunjukkan bahwa pertemuan pengujian kebijakan, perbedaan tingkat kelas, dan persepsi guru mengenai otonomi
meningkatkan penekanan studi sosial mengajar antara 3 sampai 5 kelas elemen-guru. 
Literature
Mekanisme kompleks yang berkontribusi pada prioritas studi sosial, cenderung bahwa model Paul ini menawarkan implikasi kebijakan dan pedagogis untuk elemen  ilmu pendidikan sosial. Meningkatnya waktu yang digunakan untuk belajar di kelas bertujuan untuk pengembangan dan analisis ilmu sosial dasar di dalam kelas.
Methods Overview
Model bertingkat (Hierarchical Linear Model)
Result
Terwujuddnya renana untuk keseimbangan antara mempromosikan otonomi, pendefinisian ulang kurikuler organisasi, pemeriksaan lingkungan kelas, dan pemeliharaan arahan di lingkungan.
Discussion and Conclutions
Masih adanya kesimpang siuran infomasi mengenai prioritas sosial study di sekolah dasar. Sehingga perlu adanya keseimbangan antara mempromosikan otonomi, pendefinisian ulang kurikuler organisasi, pemeriksaan lingkungan kelas, dan pemeliharaan arahan di lingkungan.







SCIENCE TEACHERS’ VIEWS AND STEREOTYPES OF RELIGION, SCIENTISTS AND SCIENTIFIC RESEARCH: A CALL FOR SCIENTIST–SCIENCE TEACHER PARTNERSHIPS TO PROMOTE INQUIRY-BASED LEARNING

Mansour, Nasser. (2015). International Journal of  Science Education. Science Teachers’ Views and Stereotypes of Religion, Scientists and Scientific Research: A call for scientist–science teacher partnerships to promote inquiry-based learning. Vol. 37 (11). hlmn. 1767 – 1794.

Abstract
Penerapan praktik pembelajaran berbasis inquiri saat ini masih tetap menjadi tantangan. Sebab model ini mendorong siswa untuk bisa berpiki seperti halnya para ilmuwan. Dalam hal ini, kebutuhan para guru sains untuk memeriksa ilmuwan perlu adanya faktor budaya yang mungkin berdampak pada pandangan guru dan praktik pedagogis.
Introduction
Dalam penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam beberapa fondasi epistemologis ke pandangan religius dan budaya logis dari guru sains sains. Studi tersebut mengemukakan bahwa guru sains dengan pengertian yang sempit dari konsep model ilmiah sebagai duplikasi kenyataan. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru memegang keyakinan epistemologis dan ontologis bahwa sains dan penemuan ilmiah harus dipandu oleh keyakinan budaya dan agama.
Literature
Dalam praktik penelitian ilmiah ini, menginformasikan praktik guru untuk menggunakan penyelidikan sebagai pedagogi (pengajar) di kelas. Pada kasus ini menunjukkan bahwa nilai budaya yang dimiliki oleh seorang guru mempengaruhi  terhadap cara mereka mengajar sains.
Methods Overview
Metode yang di terapkan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan explorasi dan analisis data.
Result
Adanya kerjasama antara guru dan para ilmuwan agar terjadi kesesuaian dalam menberikan informasi pembelajaran kepada siswa.
Discussion and Conclutions
Masih banyaknya guru yang terbawa oleh kebudayaannya sendiri, sehingga memunculkan ketidak sesuaian antara teori dengan hasil. Maka dari itu, di peroleh sebuah kesimpulam yang menyatakan bahwa perlu adanya kerja sama antara guru dengan ilmuwan agar terjalin suatu kesesuaian dalam pembelajaran di kelas.




MEDIA REPORT CARD FOR SOCIAL SCIENCE

Weiss, Carol H. (1965). Sosial Studies. Media Report Card for Social Science. Vol.    (    ). hlmn. 30 - 48

Abstract
Sebagian orang percaya bahwa laporan ers yang dilakukan itu merupakan informasi fakta yang akurat. Ada banyak berita mengenai ilmu sosial yang di upload di Indonesia.
Introduction
Reporter dapat diartikan sebagai ilmuwan. Sebab reporter seperti halnya seorang ilmuwan yang menemukan hal baru. Mereka bekerja untuk mencari sesuatu dan memberitahukan hal itu kepada khalayak umum. Dalam hal ini, reporter kartu media merupakan bagian dari pendorong kelancaran proes pembelajaran social study. Hal ini berkaitan dengan proses mini riset yang sering dilakukan untuk anak SD. 
Literature
Banyak sekali informasi mengenai ilmu sosial di dalam berita media sosial. Namun, masih sedikit ilmuwan yang percaya akan informasi yang diberikan oleh reporter dalam berita. Sehingga masih banyak permasalahan yang di abaikan dan hanya sekedar menjadi alarm kehidupan saja.. Padahal jika dilihat dari tingkat pendidikan dasar, berita – berita yang disajikan oleh media masa dapat membantu terhadap kelancaran proses pembelajaran peserta didik di lingkungan kelas.
Methods Overview
Metode yang di lakukan dalam hal ini adalah study kasus, pemecahan masalah, analysis data dan wawancara.
Result
Informasi mengenai ilmu sossial disajikan dalam bentuk berita oleh reporter.
Discussion and Conclutions
Banyak sekali permasalahan sosial yang kurang ditanggapi oleh para ilmuwan, sehingga para reporter menjadikan media masa sebagai sarana untuk menyampaikan permasalahan tersebut dan sebagai penunjang keberlangsungan pendidikan ilmu sosial.









A SOCIAL INFORMATION P ROCESSING MODEL OF MEDIA USE IN ORGANIZATIONS

Fulk, Janet., Steinfield, Charles W., Schmitz, Joseph., & Gerard, J. (2014). Communication Research. A Social Information Processing Model Of Media Use In Organizations. Vo. 14 (5). hlmn. 529 -552.

Abstract
Masyarakat merupakan makhluk sosial yang ditakdirkan untuk hidup saling ketergantungan satu sama lain. Ada berbagai pertanyaan yang muncul untuk meciptakan sebuah model pengelompokkan masyarakat sosial dalam penggunaan media di sebuah organisasi. Hal ini bertujuan guna mewujudkan suatu model pengelompokkan masyarakat dalam oganisasi media yang sesuai dengan kondisi yang ada.
Introduction
Media merupakan sarana untuk menyampaikan informasi secara rinci kepada komunikan. Ada banyak manfaat media dalam perkembangan ilmu sosial. Seperti halnya dalam pemanfaatan media organisasi di lingkungan sosial masyarakat. Selain itu pula, media organisasi juga dapat di manfaatkan dalam ruang kelas. Sebab hal itu berkaitan dengan cara penyampaian materi terhadap peserta didik.  Media organisasi di dalam kelas dapat membantu guru dalam mengelompokkan siswa untuk mengenalkan media pembelajara berdasarkan pengelompokkan jenis media itu sendiri.
Literature
Bidang media sangat lemah dalam bidang kelembagaan apabila dibandingkan dengan bidang - bidang profesi lainnya seperti kesehatan dan hukum, dikarenakan kesuksesannya ditentukan oleh naik turunnya minat masyarakat atas sesuatu. Perbedaan utama yang membuatnya tidak bisa dibandingkan dengan tingkat profesionalisme tradisional adalah mungkin dikarenakan media sangat menghargai kebebasan, kreativitas dan pendekatan kritikal. Sangat sulit mengidentifikasi pola dasar profesi komunikasi massa. Dilema utamanya kemungkinan adalah kebebasan versus aturan - aturan yang ada pada lembaga, yang sebenarnya secara ideologi menghargai keaslian dan kebebasan, namun secara organisasional memiliki kontrol yang mengikat.
Methods Overview
Metode yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah analisis data. Uji coba dan wawancara yang dilakukan terhadap beberapa pihak yang terkait.

Result
Hailnya adalah adanya model pengelompokkan masyarakat sosial dalam penggunaan ilmu media sosial
Discussion and Conclutions
Terdapat beberapa tipe pendapat dalam organisasi sosial, sehingga sering munculnya konflik – konflik dalam media sosial yang berkesinambungan. Oleh sebab itu perlu adanya penyaringan ekstra dalam menyampaikan berita. Sehingga konflik – konflik yang disebabkan oleh media sosial dapat terangkul dan terkendali.