Dikala Mulut Tak Mampu Ungkapkan Rasa
Dikala Mulut Tak Mampu Ungkapkan Rasa
Serangkaian kisah hidup tentu akan
banyak sekali cerita yang terukir, tak terkeculi kisah sepasang sendal yang
hilang tanpa meninggalkan sebuah jejak. Sulit memang, sebab tak semua mampu di
ucapkan. Ada kalanya hati harus membuat berbagai kisah terpendam dalam diri.
Bahkan, pikir dan hati sering beradu hanta sekedar kebodohan mulut yang tak
sanggup mengungkap misteri hati. Sakit (?) Tentu tidak !! Sebab tak ada goresan
luka yang tetinggal dalam raga. Kecewa (?) Mungkin iya, sebab tiga komponen
komunikasi tak mampu bekerjasama. Hati yang sering memendam rasa, pikiran yang
selalu merutuki rasa, dan mulut yang selalu diam di saat kondisi
mengingingkannya berbicara...
Mudah, tapi terasa begitu sulit. Banyak
angan yang di harapkan, banyak target yang di pikirkan, banyak ucapan yang
terlontarkan. Namun, apalah daya?? Raga dan jiwa kadang sulit untuk di tebak.
Jangankan orang lain, diri sendiripun kadang tak mampu menebak seperti apa diri
ini. Ditambah dengan kenyataan yang kadang kala tak sesuai dengan ekspetasi.
Sering berkata yaudah sihh ikhlasin aja, yaudah sihh biarin aja, yaudah deh
syukurin aja, nikmatin ajanatas semua yang ada dan terjadi dalam hidup ini.
Tapii yaa begitulah, mungkin jika berbicara saja itu sangat mudah. Tapi, di
saat momen tersebut terus terulang kembali ??? Mungkin rasa sakit dan kecewa
akan kembali tumbuh. Padahal kita sudah merelakan semua yang telah terjadi
dalam hidup kita.
Pada akhirnya harus menerima dan tetap
ikhlas, sebab semua yabg terjadi dan semua yang ada dalam hidup kita sudah
menjadi jalan hidup terbaik yang Allah berikan pada hidup kita...
Kadang saya merasa, ko saya masih berasa
belum ada kontribusi apapun dalam hidup ini ??
Ko saya merasa ngga bisa apa apa ya??
Ko saya merasa saya banyak kurang nya
yaa ???
Dan masih banyak ko-ko lainnya yang
sering muncul dalam benak ini
Iya, semua pikiran itu selalu muncul di
saat merenungi hal apa yang telah di lakukan selama ini
Kadang merasa menyesal telah membuang
waktu begitu saja. Kadang pula menyesal karena telah membuang kesempatan yang
ada. Kadang menyesal juga akan prinsip diri yang terlalu keras. Uhhh mungkin
masih banyak kata-kata negatif lainnya yang akan membuat diri ini semakin
rendah akibat pemikiran diri sendiri.
Ulah apa yang pernah saya lakukan.
Momen apa yang pernah saya lewatkan.
Enrahlah, sudah setua ini diberikan kesempatan hidup oleh Allah namun diri
belum siap untuk menghadapnya kembali. Ya! Sampai saat ini kadang saya terlalu
fokus untuk mengejar dunia, tapi akhirat?? Kadang kala terlupakan...
Semua nikmat, semua rezeki yang kita
dapatkan semuanya berasal sari Allah. Lalu kenapa disaat Allah memberikan semua
itu kita terlalu terlena, kita lupa sama siapa yang memberikan itu semua.
Syujur, syukur, syukurr dan ikhlaskan atas
semua hal yang ada dan terjadi dalam hidup kita.
