Cerita Hari Pertama P2M 2017
Senin, 7 Agustus
2017
Tepat di hari ini,
pengabdian segera dimulai. Bersiap dan bergegas sejak dari pagi hari. Sorak ria
di saat kumpul di kampus sudah terdegar riuh. Senang rasanya bisa menjadi
baagian dari momen pengabdian ini. Tak lama kemudian, perjalanan menuju lokasi
telah tiba. Ya! Bisa dibilang perjalanan ini cukup menakjubkan ya. Sebab, di
perjalanan ada berbagai cerita – cerita unik yang berkesan. Selain itu pula,
jalan yang di lewainyapun berbeda – beda. Dimulai dengan jalan yang mulus
sampai dengan jalan yang subhanallah memacu nyali ya. Hehe
Lanjut ke cerita
di lokasi ya. Di saat tiba di rumah tempat kelompok aku tinggal. Awalnya sih
berasa ngga betah sama sekali. Ya bagaimana mau betah ya. Melihat kamar mandi
yang seperti (tanda kutif) di tambah rumah yang seperti ngga di rawat (sebab
ketika di pel tetap aja kotor, walau uddah berkali – kali di pel. Tapi akhirnya
bisa bersih juga sih).
Oh iya, bercerita
mengenai kamar mandi yang seperti (dalam tanda kutif) mungkin banyak yang lucu
ya. Hari pertama saja udah ada beberapa kejadian yang (tana kutif). Wahh..
pokoknya cerita mengenai kamar mandinya banyak ya, tapi sayang ngga bisa
diungkapkan sebab sangat tak layak untuk di umbar ya. Hahaha
Oke, lanjut ke
mencari RT nya siapa. Dengan polosnya, sala satu dari kelompok saya bertanya
kepada salah satu warga yang ada di sana. Dia
bertanya “Ibu dupi Bapa atanapi
Ibu Rt na kampung ieu saha ? Si Ibu pun hanya menjawab dengan senyum dan
tawa yang lekat. Tanpa di sangka sangka,
ternyata Rt nya itu si ibu yang baruan di tanya, Ohh,, malu sekali ya :D . Oh
iya Ibu Rt itu namanya Ibu Heti.
Waktu magrib
segera tiba, kami pun pergi keluar untuk mencari mesjid dan solat. Begini
ceritaya :
1.
Mesjid
pertama : Sepi, kaya tak berpenghuni sebab seperti tak di rawat, kotor dan berantakan.
Akhirnya tidak ke mesjid itu.
2.
Mesjid
ke dua : Cukup ramai, Cuma sempit. Hanya memuat beberapa orang saja. Terus di
mesjidya suka ada pengajian dan kuliah subuh.
Nah, di hari
pertama itu, kami memilih mesjid yang kedua, tapi tak bertahan lama. Hanya
Solat magrib saja yang di lakukan ke mesjid itu. Untuk hari selanjutnya dan
seterunya kami pun melakukan solat di mesjid yang pertama. Da besoknya kami
(kelompok 10 dan 9) melakukan beres – beres di mesjid. Selain itu pula, sambil
menunggu waktu isya, kami suka tadarus bersama. Dan untuk kuliah subuh, kami
hanya mengganinya dengan tadarus dan solawat. Hm, sebab gini ya. Tak ada
masyarakat yang ikut berpartisipasi walau sudah di ajak.
