Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

REVOLUSI METODE PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI GENERASI ALPHA



A.    Metode Pembelajaran
Di dalam proses belajar mengajar tentu tidak akan terlepas dari sebuah metode. Sebab, ketika seorang pendidik hendak mengajar sudah sangat tentu di awal atau sebelum terjadinya proses belajar mengajar seorang penidik tersebut telah menyiapkan dan merencanakan metode belajar yang akan di gunakan di kelas nanti.
Menurut Djamarah, SB. (2006: 46)  metode pembelajaran adalah “suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru agar penggunaanya bervariasi sesuai yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. 
Metode pembelajaran adalah ilmu yang mempelajari cara - cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.
Sebagaimana kita ketahui, bahwa metode pembelajaran terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya :
1.      Berdasarkan pemberian informasi, meliputi :
1)      Metode Ceramah
2)      Metode Tanya Jawab
3)      Metode Demonstrasi 
2.      Berdasarkan pemecahan masalah, di antaranya :
1)      Metode Curah Pendapat (Brainstorming)
2)    Metode Diskusi Kelompok
3)    Metode Rembuk Sejoli
4)    Metode Diskusi Kelompok Kecil (Buzz Group)
5)    Metode Panel


6)    Metode Forum Debat
7)    Metode Seminar
8)    Metode Simposium
3.      Berdasarkan penugasan, mencakup :
1)      Metode Latihan (Drill)
2)      Metode Penugasan (Resitasi)
3)      Metode Permainan
a)      DIAD
b)      Kubus Pecah
c)      Role Playing
d)      Sosiodrama
e)      Simulasi
4)      Metode Kelompok Kerja (Workshop)
5)      Metode Studi Kasus
6)      Metode Karyawisata
Degan banyaknya metode – metode yang dapat di gunakan pada saat proses pembelajaran, Revolusi metode pembelajaran adalah pembaharuan metode pembelajaran yang monoton dilakukan saat proses belajar di dalam kelas. Dengan adanya revolusi metode pembelajaran yang dilakukan pendidik dalam mengelola kelas agar peserta didik semangat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaaran di kelas. Saat proses pembelajaran peserta didik tidak hanya diam di dalam kelas, tetapi pendidik harus lebih aktif mengajak peserta didik untuk berfikir kritis, inovatif, kreatif sehingga megembangkan kecerdasan peserta didik. Selain itu pendidik juga harus mempersiapkan metode pembelajaran yang menunjang belajar efektif di dalam kelas.

B.     Implementasi Revolusi Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar dalam Menghadapi “Generasi Alpha”
Dari generasi ke generasi perkembangan teknologi semakin maju, namun sumber daya manusia tidak berkembang pesat seperti perkembangan teknologi yang ada. Sehingga fenomena ini merupakan PR besar bagi calon pendidik di masa depan. Kita perlu menoleh sistem pendidikan di negara maju yang notabene metode pembelajarannya disesuaikan dengan keadaan fisik dan psikis peserta didik agar mereka merasa nyaman dalam proses kegiatan belajar. Ketika peserta didik telah merasa nyaman maka mereka akan lebih mudah menerima pengetahuan yang diberikan oleh pendidik, supaya menjadi generasi yang lebih maju.
Oleh karena itu pendidik harus merevolusi metode pembelajaran yang akan digunakan saat proses pembelajaran. Pendidik tidak hanya memberikan materi di dalam kelas saja, tetapi mengajak siswanya untuk bermain sambil belajar di luar kelas. Sebelum pendidik melakukan kegiatan pembelajaran ia harus memahami materi yang akan disampaikan dan mengikuti seminar-seminar pendidikan dalam menghadapi abad 21. Karena pada abad 21 generasi muda cenderung lebih menguasai gadget yang di dalamnya terdapat banyak informasi penunjang pendidikan. Contoh penerapannya dalam pembelajaran IPA kelas 1 mengenai makhluk hidup:
·         Sebelum pembelajaran dimulai pendidik bersiap untuk menyapa siswa di depan gerbang sekolah. Hal ini harus sering dilakukan supaya relasi antara pendidik dan peserta didik kuat.
·         Sebelum bel masuk pelajaran peserta didik berbaris di depan kelas secara terartur, sehingga mereka belajar hidup teratur dan disiplin.
·         Pendidik bersalaman dengan setiap peserta didik dan bertanya bagaimana kabarnya, sehingga pendidik bisa mengetahui keadaan fisik peserta didik, apakah sakit atau tidak, mandi atau tidak, dan lain sebagainya.
·         Sebelum pembelajaran dimulai pendidik maksimal 10 menit membahas terlebih dahulu pelajaran yang kemarin. Kemudian lontarkan pertanyaan supaya peserta didik lebih aktif lagi dan peserta didik yang bisa menjawab maka ia diberi reward oleh pendidik berupa apapun, baik nilai ataupun sesuatu yang bermanfaat bagi peserta didik.
·         Dalam memberikan materi pelajaran yang akan disampaikan pendidik mengajak peserta didik untuk melihat benda-benda di sekitarnya. Lalu mengajak peserta didik untuk melihat keadaan luar kelas, sebelumnya guru memberi perintah untuk membedakan mana benda hidup dan mana benda mati.
Maka dari itu, pendidik harus mampu menguasai segala aspek dalam pembelajaran. Sebab, tidak semua aspek dapat di terapkan pada setiap anak didik. Dalam mengelola kelas pendidik harus dapat menangani berbagai masalah peserta didik. Melihat perkembangan zaman yang semakin maju, anak-anak tidak peduli dengan lingkungannya, mereka kurang berinteraksi dengan alam sekitarnya. Ketergantungan mereka terhadap gadget dapat mempengaruhi perkembangan psikis mereka. Jadi, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membiasakan antara pedidik dan peserta didik untuk mengasimilasikan kebudayaan baru dengan kebudayaan lama. Seperti dalam proses pembelajaran di kelas pendidik menggunakan Alat Pembelajaran Edukatif (APE) yang menyangkut permainan tradisional.