Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

TINGKAT KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL
PADA SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR

Risma Mutmainah1, Ghulam Hamdu2, Dodi Suryana3
Email: rismamutmainah31@student.upi.edu
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya

Abstrak

Siswa mempunyai keinginan untuk memiliki banyak teman dan mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi, namun untuk membangun hubungan komunikasi yang baik dengan orang lain itu tidak mudah, sehingga untuk menciptakan hubungan berkomunikasi diperlukan sutu proses yang tidak mudah. Berhubungan dengan orang lain memerlukan kemampuan berkomunikasi yang baik, salah satu factor yang dapat meningkatkan konsep diri dalam menjalin hubungan social adalah dengan komunikasi interpersonal, hal ini disebabkan karena setiap orang bertingkah laku sesuai dengan konsep yang ada pada dirinya. Oleh sebab itu, perkembangan siswa di usia sekolah dasar sangat perlu diperhatikan. Sebab anak usia sekolah dasar masih masih sangat mudah menerima hal baru dan anak usia sekolah dasar merupakan masa-masa emas untuk perkembangan dirinya. Oleh sebab itu, kemampuan berinteraksi anak usia sekolah dasar perlu untuk diperhatikan, salah satunya adalah mengenai kemampuan komunikasi. Dimana komunikasi merupakan sebuah aktivitas penyampaian informasi baik pesan maupun ide dari satu pihak ke pihak lainnya. Proses komunikasi ini biasanya dilakukan secara verbal atau simbolik, dimana pengirimnya selalu berusaha untuk mendapatkan efek yang di kehendakinya dari penerima. Salah satu bentuk komunikasi yang diperlukan oleh siswa adalah komunikasi interpersonal, hal ini dikarenakan komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang terjadi dua arah, sehingga dapat membantu siswa untuk melatih kemampuan dalam berkomunikasi. Sejalan dengan itu, komunikasi juga berfungsi sebagai alat kendali atau kontrol, alat motivasi dan sebagai ungkapan emosional serta alat komunikasi.

Kata Kunci: Komunikasi, Sekolah Dasar, Siswa

PENDAHULUAN

Komunikasi adalah sarana untuk mengerti diri sendiri dan orang lain serta memahami apa yang dibutuhkan oleh dirinya sendiri dan apa yang dibutuhkan oleh orang lain. Komunikasi dapat diterima jika ada rasa saling mengerti satu sama lain (Siahaan, 1991). Melalui komunikasi siswa dapat menemukan dirinya, mengembangkan konsep diri dan menetapkan hubungan dengan orang lain. Selain itu, komunikasi juga dapat menumbuhkan hubungan social yang baik dengan orang lain termasuk hubungan dalam bersosialisasi di lingkungan social. Komunikasi juga merupakan prasyarat dalam kehidupan manusia, tanpa adanya komunikasi interaksi antar manusia tidak mungkin terjadi baik secara perorangan maupun kelompok.

Komunikasi yang sangat diperlukan di lingkungan Sekolah Dasar adalah komunikasi interpersonal, dimana komunikasi interpersonal ini merupakan suatu kemampuan untuk memulai, mengembangkan dan memelihara komunikasi yang akrab, hangat dan produktif dengan orang lain (Johnson, 2000). Ada berbagai apek dalam kemampuan komunikasi interpersonal menurut (Johnson, 2000) yang meliputi kemampuan untuk saling memahami, kemampuan untuk mengomunikasikan pikiran dan perasaan secara tepat dan benar, kemampuan untuk saling menerima dan memberi dukungan, dan kemampuan untuk memecahkan konflik atau masalah-masalah antar pribadi. Komunikasi interpersonal ini terdiri dari beberapa indikator capaian yang meliputi indicator keterbukaan, empati, dukungan, rasa percaya diri dan kesetaraan dalam melakukan proses komunikasi. Faktor yang mempengaruhi terhadap proses komunikasi interpersonal salah satunya adalah konsep diri, maksudnya adalah bagaimana cara individu memberikan penilaian terhadap dirinya sendiri. Konsep diri pada anak ini mencakup mengenai pemahaman diri, yaitu gambaran kognitif anak mengenai dirinya. Pemahaman diri inilah yang nantinya akan menjadi dasar yang rasional bagi identitas diri.

Berdasarkan hasil observasi dan studi lapangan yang telah dilakukan oleh peneliti, siswa yang memiliki tingkat kemampuan komunikasi interpersonal di SDN Singajaya IV di Kelas V, kemampuan komunikasi interpersonal siswa menunjukan sebagian besar berada pada  kategori tinggi dan hanya segelintir siswa yang masih belum bias mengaplikasikan komunikasi interpersonal. Sebab dari data yang di temukan berdasarkan hasil penyebaran angket di SDN Singajaya IV rata-rata siswa sudah memahami mengenai komunikasi interpersonal tersebut. Namun ada beberapa orang anak yang memang belum bisa diajak untuk berkomunikasi dengan baik. Maka dari itu, diperlukannya upaya-upaya untuk untuk meningkatkan komunikasi interpersonal dalam diri siswa.

METODE

Pendekatan
:
Komunikatif
Metode
:
Deskriptif
Populasi
:
SDN SINGAJAYA IV
Sampel
:
Kelas V
Alasan
:
Penelitian ini dilakukan di SDN Singajaya IV karena lokasi yang dekat dengan rumah. Selain itu, proses perijinan dan hal lainnya yang berkaitan dengan kelancaran proses penelitian ini sangat mudah, sehingga mempermudah peneliti dalam menyelesaikan permasalahannya. Di SDN Singajaya IV ini pula kondisi sekolah dan jumlah siswa juga sangat mendukung, sebab jumlah siswa di SDN Singajaya IV sangat banyak dan dapt mempermudah peneliti dalam mencari sampel penelitian. Jumlah siswa yang dilibatkan pada proses penelitian atau penyebaran angket ini sekitar 50 orang siswa. Penelitian ini menggunakan analisis statis dengan menggunakan program penghitungan di Microsoft Office Excel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas V di SDN Singajaya IV. 

HASIL

Berdasarkan hasil penelitian di SDN Singajaya IV terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas V di peroleh data yang cukup  baik. Dimana data tersebut menunjukkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas V ini berada pada kategori tinggi, dan hanya beberapa persen siswa saja yang memiliki kemampuan komunikasi pada kategori sedang. Berikut data hasil penelitian yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel





Tabel 3.1 Hasil Penelitian Tehadap Tingkat Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas V di SDN Singajaya IV
No.
Jumalah Populasi
Kategori
1.        
85%
Tinggi
2.        
10%
Sedang
3.        
5%
Rendah

Berdasarkan tabel 3.1 menunjukkan sebagian besar tingkat kemampuan komunikassi interpersonal siswa di SDN Singajaya IV berada pada kategori tinggi sebesar 85% dan sebagian kecil berada pada kategori rendah sebesar 5%. Dilihat dari proporsinya urutan empati mulai dari tinggi, sedang dan rendah. Siswa yang memiliki tingkat kemampuan komunikasi interpersonal kategori tinggi menunjukkan perilaku yang ditandai dengan (1) adanya saling keterbukaan dalam berkomunikasi, (2) memiliki rasa empati (3) memiliki rasa percaya diri dan (4) bisa menyamaratakan perilaku atau sikap terhadap semua orang dalam berkomunikasi.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa identitas diri merupakan salah satu factor yang dapatt mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas V SDN Singajaya IV. Hasil pengolahan data mengenai tingkat kemampuan komunikassi interpersonal siswa kelas V ini rata-rata berada pada kategori tinggi. Hanya sedikit siswa yang memiliki tingkat kemampuan komunikasi interpersonal di SDN Singajaya IV. Peneliti juga melakukan pengolahan data terhadap item instrument. Pengolahan ini bertujuan untuk menunjukkan item instrumen mana saja yang capaian skornya rendah,

Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas V berada pada kategori tinggi, sedang dan rendah. Maka dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas V ini berbeda.  (Santrock, 2012) mengatakan bahwa laki-laki dan perepuan memiliki tipe pembicaraan yang berbeda. Laki-laki lebih memilih terlibat dalam percakapan yang disusun untuk memberikan informasi, memiliki kemampuan dalam berbicara seperti menyampaikan cerita atau lelucon. Sementara itu, perempuan lebih menyukai untuk berkomunikasi dan menyenangi percakapan pribadi, perempuan juga sering merasa terganggu. Artinya bahwa perempuan lebih suka membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi dan laki-laki lebih suka membicarakan hal-hal yang bersifat umum.

Jadi berdasarka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan komunikasi interpersonal siswa dalam menjalin hubungan social rata-rata berada pada kategori tinggi, dan hanya segelintir siswa yang berada pada kategori rendah. Hasil ini dapat dilihat dari persentase perhitungan, dimana diperoleh 5% siswa yang berada pada kategori tinggi, 10% siswa yang berada pada kategori sedang dan 5% siswa yang berada pada kategori rendah.