PENGANTAR PENELITIAN PENDIDIKAN
PENGANTAR PENELITIAN PENDIDIKAN
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi Sebagian Tugas
Mata Kuliah Penelitian Pendidikan
Dosen Pengampu :
Dr. Karlimah, M.Pd
disusun oleh :
Kelompok 1
2A - PGSD
Putri Handayani Agustin
|
1604905
|
Risma Mutmainah
|
1605791
|
Shelvia Nurilfatihah
|
1603621
|
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
SARJANA
UNIVERSITAS
PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS
DI TASIKMALAYA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah - Nya kepada kita
semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Pengantar Penelitian Pendidikan” ini pada waktunya. Walaupun hasilnya
masih jauh dari apa yang menjadi harapan Ibu selaku Dosen Mata Kuliah Penelitian Pendidikan. Namun sebagai awal pembelajaran
dan agar menambah spirit dalam mencari pengetahuan yang luas dilapangan, bukan
sebuah kesalahan jika saya mengucapkan
kata syukur.
Kesalahan yang terdapat di dalam makalah ini jelas ada. Namun bukanlah kesalahan yang
tersengaja, melainkan karena kekhilafan dan kelupaan dari kami selaku penyusun.
Dari semua kelemahan kami, kirannya dapat dimaklumi.
Terimakasih saya ucapkan
pula kepada dosen Mata Kuliah Penelitian
Pendidikan beserta teman - teman yang telah memberikan banyak
saran dan pengetahuannya sehingga menambah hal baru bagi kami. Terutama
sumbangannya dalam hal materil berupa referensi mengenai “Pengantar
Penelitian Pendidikan”.
Demikian harapan kami, semoga hasil pengkajian ini
dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan menambah referensi sekaligus ilmu
pengetahuan yang baru pula. Amin.
Tasikmalaya, Februari
2018
Penyusun
|
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................
|
i
|
DAFTAR ISI ..................................................................................................
|
ii
|
BAB I
PENDAHULUAN
.........................................................................................
|
1
|
1.1
Latar Belakang
.........................................................................................
1.2
Rumusan Masalah
....................................................................................
1.3
Tujuan Penulisan
Makalah .......................................................................
1.4
Metode Penulisan
.....................................................................................
|
1
1
1
2
|
BAB II
PEMBAHASAN ............................................................................................
|
3
|
2.1
Tujuan Penelitian
.....................................................................................
2.2
Tugas Peneltian
........................................................................................
2.3
Jenis Penelitian
.........................................................................................
2.4
Penertian Penelitian
Pendidikan ..............................................................
2.5
Sejarah Penelitian
Pendidikan ..................................................................
|
3
4
5
8
9
|
BAB III
PENUTUP
......................................................................................................
|
12
|
3.1
Kesimpulan
..............................................................................................
3.2
Saran
........................................................................................................
|
12
12
|
DAFTAR RUJUKAN
....................................................................................
|
13
|
BAB
I
PENDAHULUAN
#admin #ads #adsense #advertising #affiliate #ajax #analytics #api #author #buddypress #button #calendar #categories #category #chat #code #comment #comments #contact #contact #form #content #css #custom #custom #post #type #dashboard #e-commerce #ecommerce #editor #email #embed #events #facebook #feed #form #forms #gallerygoogle #google #analytics #html #image #images #javascript #jquery #lightbox #link #links #list #login #marketing #media #menu #meta #mobile #multisite #navigation #news #newsletter #notification #page #pages #payment #payment #gateway #photo #photos #plugins #popup #post #posts #redirect #responsive #rss #search #security #seo #shareshortcode #shortcodes #sidebar #simple #slider #slideshow #social #socialmedia #spam #statistics #statstag #tags #theme #tinyMCE #tracking #twitter #url #user #users #videowidget #widgets #woocommerce #youtube #instagram #education #village #book #books #literasi #baca #tulis #membaca #menulis #kreatif #baca #komunitas #komunitasngejah #terbaru #berita #belajar #berbagi #baru
1.1
Latar
Belakang Masalah
Salah satu dari Tri Dharma Perguruan
Tinggi adalah penelitian, oleh karena itu, banyak dosen ataupun mahasiswa yang
melakukan penelitian dalam pendidikan. Penelitian itu ada yang bersifat
mandiri maupun yang bersifat proyek. Banyak kita lihat penelitian para dosen
maupun mahasiswa dilaksanakan dilaboraterium, kelas, bahkan terjun langsung ke
lapangan.
Penelitian pendidikan hendaknya
dilaksanakan secara sitematis, logis, dan secara berencana. Secara sistematis
artinya berdasarkan pola dan teknik tertentu serta sesuai dengan aturan-aturan
ilmiah dalam penelitian pada umumnya. Logis atrinya dilaksanakan berdasarkan
logika berfikir ilmiah dengan menggunakan langkah-langkah pemecahan masalah dan
prinsip- prinsip teori penelitian. Sedangkan secara berencana, yaitu
betul- betul direncanakan secara sengaja tentang apa yang akan diteliti,
bagaimana cara meneliti, kapan diadakan penelitian, siapa yang menelitinya,
mengapa hal itu diteliti, dimana tempat atau lokasinya penelitian, dan
sebagainya.
Penelitian dipandang sebagai kegiatan
yang dilakukan secara sistematik untuk menguji jawaban-jawaban sementara
(hipotesis) tentang permasalahan yang diteliti melalui pengukuran yang cermat
terhadap fakta-fakta secara empiris konsep penelitian tersebut lambat laun
dapat pula diterima atau diterapkan dalam ilmu- ilmu sosial sekalipun
pengukurannya dalam ilmu – ilmu kealaman. Oleh sebab itu, sebelum kita
melakukan penelitian terlebih dahulu kita harus mengetahui apa tugas, jenis,
bahasa, dan sejarah penelitian itu sendiri.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan
masalah dalam penulisan makalah ini, diantaranya :
1. Apa
tujuan dari penelitian ?
2. Apa
tugas dari penelitian ?
3. Apa
saja jenis penelitian ?
4. Bagaimana
bahasa yang digunakan dalam penelitian ?
5. Bagaimana
sejarah awal mula penelitian ?
1.3
Tujuan
Penulisan Makalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan
makalah ini, diantaranya :
1. Untuk
mengetahui tujuan dari penelitian
2. Untuk
mengetahui tugas dari penelitian
3. Untuk
mengetahui jenis-jenis penelitian
4. Untuk
mengetahui bahasa yang digunakan dalam penelitian
5. Untuk
mengetahui sejarah awal mula dilakukannya penelitian.
1.4
Metode
Penulisan Makalah
Metode
penulisan dalam penyelesaian penyususnan makalah ini menggunakan metode studi
literatur yaitu buku yang berkaitan dengan pembahasan materi makalah ini dan
media sosial di internet yang masih ada hubungannya dengan materi yang dibahas.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Tujuan
Penelitian
Riset
atau penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun,
dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan,
dan merevisi fakta-fakta.
Penyelidikan intelektual ini menghasilkan suatu pengetahuan
yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku,
teori, dan hukum,
serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan tersebut. Istilah
ini juga digunakan untuk menjelaskan suatu koleksi informasi
menyeluruh mengenai suatu subjek tertentu, dan biasanya dihubungkan dengan
hasil dari suatu ilmu atau metode
ilmiah. Kata ini diserap dari kata bahasa
Inggris research yang diturunkan dari bahasa Perancis
yang memiliki arti harfiah "menyelidiki secara tuntas". Penelitian
sangatlah penting terutama bagi seorang mahasiswa, biasanya seorang mahasiswa
akan melakukan pengabdian kepada masyarakat sekaligus melakukan
penelitian. Pentingnya melakukan penelitian bagi seorang mahasiswa yaitu :
1. Mengembangkan materi pengajaran
2. Mendukung
pengabdian masyarakat
3. Meningkatkan
reputasi kampus.
Menurut
Sutrisno Hadi Penelitian adalah usaha untuk menemukan apa pun untuk mengisi
kesenjangan atau gap, dan memiliki tujuan untuk menggali lebih dalam apa yang
sudah ada, untuk mengembangkan dan memperluas, dan untuk menguji kebenaran dari
apa yang sudah ada, tapi sebenarnya masih diragukan.
Adapun
tujuan umum dari penelitian yaitu sebagai berikut :
1. Eksploratif
(penjajagan)
Eksploratif
adalah studi yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya
tidak pernah ada. Ilmu yang diperoleh melalui penelitian betul-betul baru belum
pernah diketahui sebelumnya. Misalnya suatu penelitian telah menghasilkan
kriteria kepemimpinan 9 efektif dalam manajemen berbasis sekolah.
Atau penelitian yang menghasilkan suatu metode baru pembelajaran
matematika yang menyenangkan siswa.
2. Verifikatif
(pengujian)
Verifikatif adalah studi yang tujuannya adalah untuk melakukan tes
pada teori / penelitian sebelumnya, sehingga akan diperoleh hasil dapat
digunakan untuk membatalkan atau memperkuat teori penelitian yang telah
dilakukan sebelumnya. Misalnya, suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan
adanya pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya kepemimpinan. Penelitian
yang
dilakukan untuk menguji
efektivitas metode pembelajaran yang telah dikembangkan di luar negeri jika
diterapkan di Indonesia.
3. Development
(pengembangan/pembangunan)
Development adalah studi yang tujuannya adalah untuk
mengembangkan, menggali dan memperluas lebih dalam masalah / teori ilmiah juga
menjadi lebih sebagai sarana pemecahan berbagai masalah di masyarakat dan
penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan sesuatu ilmu pengetahuan yang
telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu
pengetahuan yang telah ada. Misalnya penelitian tentang implementasi metode inquiry
dalam pembelajaran IPS yang sebelumnya telah digunakan dalam pembelajaran IPA.
Contoh lainnya adalah penelitian tentang sistem penjaminan mutu (Quality
Assurannce) dalam organisasi/satuan pendidikan yang sebelumnya telah
berhasil diterapkan dalam organisasi bisnis/perusahaan.
2.2
Tugas
Penelitian
Tugas dalam melakukan penelitian yaitu
sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan
masalah
Setiap
penelitian harus dimulai dengan adanya masalah. Dengan adanya masalah-masalah
yang banyak dihadapi seseorang tentunya sebelum meneliti harusnya diidentiikasi
terlebih dahulu. Masalah yang sudah teridentiikasi harus dirumuskan secara
jelas, karena hal ini merupakan pangkal dari segala aspek penelitian.
2. Merumuskan hipotesis
Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Dalam tahapan ini
peneliti haruslah sudah mulai memperoleh jawaban-jawaban sementara untuk
memecahkan masalah.
3.
Menguji
Hipotesis secara empirik
Suatu
hipotesis harus diuji berdasarkan data empiris, yaitu berdasarkan apa yang
dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi atau
lapangan empiris yang memberi data yang diperlukan.
4.
Melakukan
pembahasan
Setelah
data diperoleh, selanjutnya data tersebut dibahas dengan adanya sumber dari
dasar teori. Dalam pengolahan data, yang pertama kali dilakukan adalah menguji
tingkat validitas dan reliabilitasnya. Menganalisa data yang diperoleh
merupakan langkah yang sangat kritik dalam penelitian. Penelitian harus
memastikan teknik analisis mana yang akan dipilih.
5.
Menarik
kesimpulan.
Dari
hasil analisa tadi maka dapatlah menarik kesimpulan yang merupakan pemecahan
dari masalah tadi. Bukan untuk menambah masalah yang baru lagi.
2.3
Jenis
Penelitian
Berdasarkan pendekatan, jenis
penelitian di kategorikan menjadi dua macam yaitu penelitian kuantitatif dan
penelitian kualitatif. Keduanya memiliki asumsi, karakteristik dan prosedur
penelitian yang berbeda.
1.
Kuantitatif
a) Asumsi
Tentang Realita
Penelitain kuantitatif
didasarkan pada konsep positivisme yang bertolak dari asumsi bahwa realita
bersifat tunggal, fixed, stabil,lepas dari kepercayaan dan perasaan-perasaan
individual. Realita tersusun atas bagian dan unsur yang terpisah satu sama lain
dan dapat diukur dengan menggunakan instrument.
b) Tujuan
Penelitian
Penenilitian kuantitatif bertujuan mencari hubungan dan
menjelaskan sebab-sebab perubahan dalam fakta-fakta sosial yang terukur.
c) Metode dan Proses Penelitian
Penenilitian kuantitatif memiliki serangkaian
langkah-langkah atau prosedur baku yang menjadi pegangan para peneliti.
Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan tertutup , sudah tersusun sempurna
sebelum pengumpulan data dilakukan.
d) Kajian Khas
Penelitian kuantitatif
menggunakan rancangan penelitian eksperimental atau korelasional sebagai kajian
khasnya (protypical studies) untuk
mengurangi kekeliruan, bias, variabel-variabel ekstraneus, Dalam penelitian
kuantitatif bias dan subjektivitas sangat dihindari.
e) Peranan
Peneliti
Dalam penelitian
kuantitatif peneliti terlepas dari objek yang diteliti, dicegah jangan sampai
ada hubungan atau pengaruh dari peneliti.
f) Pentingnya Konteks dalam Penelitian
Penelitian kuantitatif
diarahkan pada menemukan generalisasi universal yang bebas dari konteks
situasi.
2.
Kualitatif
a) Asumsi
Tentang Realita
Penelitain kuantitatif
didasarkan pada konsep kontruktivisme, yang memiliki pandangan bahwa realita
bersifat jamak, menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa
dipisah-pisah.realita bersifat terbuka, konstektual, secara social meliputi persepsi dan
pandangan –pandangan individu dan kolektif, diteliti dengan menggunakan manusia
sebagai instrument.
b) Tujuan
Penelitian
Penenilitian kualitatif lebih diarahkan untuk memahami
fenomena-fenomena social dari perspektif partisipan. Ini diperoleh melalui pengamatan
partisipasif dalam kehidupan orang-orang yang menjadi patisipan.
c) Metode dan Proses Penelitian
Penelitian kualitatif menggunakan strategi dan prosedur
penelitian yang sangat fleksibel. Penelitian ini menggunakan rancangan terbuka
yang disempurnakan selama pengumpulan data.
d) Kajian Khas
Penelitian kualitatif
menggunakan kajian etnografis untuk memahami keragaman perspektif dalam situasi
yang diteliti, sebagai ciri khasnya. Dalam penelitian kuantitatif bias dan
subjektivitas sangat dihindari, sedang dalam penelitian kualitatif hal-hal
subjektif termasuk yang diperhitungkan dalam pengumpulan dan analisis data.
e) Peranan
Peneliti
Dalam penelitian
kualitatif peneliti lebur (immersed) dengan situasi yang diteliti. Peneliti
adalah pengumpul data, orang yang ahli dan memilki kesiapan penuh untuk
memahami situasi, ia peneliti sekaligus sebagai instrumen. Penelitian
kualitatif disebut juga “penelitian subjektif” (disciplined subjectivity)
atau “penelitian reflektif” (reflexivity), peneliti melakukan penguji
sendiri secara kritis (critical self examination) selama proses
penelitian.
f) Pentingnya
Konteks dalam Penelitian
Penelitian kualitatif
sebaliknya meyakini pengaruh situasi terhadap hal yang diamati. Seorang
peneliti tidak akan dapat memahami kerangka kehidupan dari situasi dimana
orang-orang itu berada. Mereka berpikir, berperasaan dan berbuat dalam konteks
kerangka kehidupannya. Penelitian kualitatif mengembangkan generalisasi dalam
kesatuan konteks.
Selain berdasarkan cara
pendekatannya, penelitian juga bisa dibedakan berdasarkan jenisnya, diantaranya
:
1.
Penelitian Dasar
Penelitian dasar (Basic Research) disebut juga
penelitian murni (Pure Research) atau penelitian pokok (Fundamental
Research), diarahkan pada pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan
tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik. Penelitian dasar tidak
diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Para ilmuwan berperan
mengembangkan pengetahuan dan tidak perlu selalu memiliki implikasi praktis.
Tujuan penelitian dasar adalah - menambah pengetahuab kita dengan prinsip dasar
dan hukum-hukum ilmiah, - meningkatkan pencarian dan
metodologi ilmiah.
2.
Penelitian Terapan
Penelitian terapan (Applied Research) berkenaan
dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang
dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian dasar
berfungsi menghasilkan pengetahuan untuk mencari solusi tentang masalah-masalah
dalam bidang tertentu.
3.
Penelitian Evaluatif
Penelitian evaluatif (Evaluation Research) difokuskan
pada suatu kegiatan dalam suatu unit (site) tertentu. Kegiatan tersebut dapat
berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa
tempat, organisasi, ataupun lembaga. Penelitian evaluatif berbeda dengan
evaluasi formal. Evaluasi formal bisa dilakukan oleh para peneliti atau
pelaksana dalam bidangnya, tidak membutuhkan latihan-latihan khusus. Untuk
dapat melakukan penelitian evaluatif membutuhkan latihan khusus dalam beberapa
disiplin ilmu, metodologi dan keterampilan yang berhubugan dan komunikasi
secara interpersonal. Penelitian evaluatif yang bersifat komprehensif
membutuhkan data kuantitatif dan kualitatif dari beberapa studi terkait yang
dilaksanakan dalam berbagai tahapan kegiatan.
Jenis –
jenis penelitian berdasarkan tujuannya yaitu :
1.
Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (Descriptive Research)
ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa
adanya. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau
memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian, semua
kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa adanya. Penelitian deskriptif juga
dapat dilakukan melalui studi kecenderungan. Dengan melihat perkembangan selama
jangka waktu tertentu, pada saat ini atau saat yang lalu dapat dilihat
kecenderungannya pada masa yang akan datang.
2.
Penelitian Prediktif
Penelitian prediktif (Predicvtive Research) studi ini
ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau
berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat
ini. Penelitian deskriptif dilakukan melalui penelitian yang bersifat
korelasional (correlational studies) dan kecenderungan (trend studies).
Melalui penelitian korelasional, selain dapat dicari korelasi antara dua atau
lebih dari dua variabel juga dapat dihitung regresinya. Melalui perhitungan
regresi ini, baik regresi parsial maupun multipel dapat diprediksi dampak atau
kontribusi dari satu atau lebih dari satu variabel terhadap variabel
lainnya.Prediksi tentang jumlah penduduk lima atau sepuluh tahun yang akan
datang bisa dihitung berdasarkan perkembangan penduduk selama lima sampai
sepuluh tahun yang lalu.
3.
Penelitian Improftif
Penelitian improftif (improvetive research) ditujukan
untuk memperbaiki, menigkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau
pelaksanaan suatu program.
4.
Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research)
ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau
variabel. Variabel dalam pendidikan dapat berupa guru mengajar, membimbing,
mengevaluasi, murid belajar, mengerjakan tugas, dll.
2.4
Pengertian
Penelitian Pendidikan
Secara umum, penelitian diartikan
sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara
sistematis dan logis untuk mencapai tujuantujuan tertentu. Pengumpulan dan
analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif
dan kualitatif, eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau
noninteraktif. Metode-metode tersebut telah dikembangkan secara intensif,
melalu berbagai uji coba sehingga telah memiliki prosedur yang baku. Penelitian
(research) dapat diartikan sebagai upaya atau cara kerja yang sistematik untuk
menjawab permasalahan atau pertanyaan dengan jalan mengumpulkan data dan
merumuskan generalisasi berdasarkan data tersebut. Maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai proses yang
sistematis untuk memperoleh pengetahuan (to discover knowledge) dan pemecahan
masalah (problem solving) pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam
pengumpulan maupun analisis datanya, serta membuat rumusan generalisasi
berdasarkan penafsiran data tersebut.
Penelitian
dapat di tinjau dari beberapa segi diantaranya :
1. Dari
segi proses penelitian merupakan berbagai kegiatan yang meliputi, mengumpulkan,
mengolah, menyajikan, menganalisa data, serta interpretasi dan pengambilan
kesimpulan.
2. Dari
segi pendekatan penelitian merupakan kegiatan dengan mempergunakan
pendekatan-pendekatan ilmiah (metode ilmiah).
3. Dari
segi tujuan suatu penelitian dilakukan untuk menemukan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dalam rangka memecahkan permasalahanpermasalahan baik untuk
kebutuhan secara praktis maupun teoritis.
Penelitian merupakan upaya untuk
mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori. Dalam kaitannya
dengan upaya pengembangan pengetahuan, Welberg (1986) mengemukakan lima langkah
pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu:
1. Mengidentifikasi
masalah penelitian.
2. Melakukan
studi empiris.
3. Melakukan
replikasi atau pengulangan.
4. Menyatukan
(sintesis) atau mereview.
5. Menggunakan
dan mengevaluasi (McMillan dan Schumacher, 2001: 6).
Penelitian dapat pula diartikan
sebagai cara dan proses penemuan melalui pengamatan atau penyelidikan yang
bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau persoalan sebagai suatu
masalah yang diteliti. Kerlinger (1986) mengemukakan, penelitian adalah proses
penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan
berdasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Hasil penemuan
tersebut, baik discovery atau invention. Hasil temuan sesuatu yang memang sudah
ada dengan dukungan fakta biasa disebut discovery. Sukardi (2005) mengatakan,
discovery diartikan sebagai hasil temuan memang sebetulnya sudah ada. Ia
mencontohkan, misalnya penemuan Benua Amerika. Lebih lanjut ia menjelaskan
bahwa invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang
betul-betul baru dengan dukungan fakta, misalnya hasil kloning dari hewan yang
sudah mati dan dinyatakan punah, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang
baru
2.5 Sejarah Penelitian Pendidikan
Untuk mengetahui bagaimana proses dari terbentuknya
sebuah penelitian pendidikan maka perlu adanya sebuah riset yang menyatakan
atau menjelaskan mengenai Sejarah Penelitian Pendidikan itu sendiri.
Berdasarkan artikel artikel yang tersebar, penelitian pendidikan usianya masih
tergolong muda, sebab usianya masih kurang dari 18 tahun. Awalnya penelitian
pndidikan ini diawali oleh bidang ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17 dan 18.
Kemudian pada abad ke 19 barulah ilmu pendidikan menggunakan metodologi ilmu.
Alat pengukuran, alat pengamatan dan peliknya gejala – gejala dalam kehidupan
menjadi faktor penghambat dalam perkembangan disiplin ilmu ini.
1.
Awal Pengukuran.
Benih gerakan penelitian disemaikan pada tahun 1879, ketika Wilhelm Wundt
mendirikan laboratorium psikologi - eksperimental yang pertama di Leipzig, Jerman. Dari
psikologi - eksperimental inilah yang menjadi awal timbulnya sejumlah
prosedur penelitian. Perkembangan
penelitian pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh Sir Francis Galton
(1822-1911), yang menyelidiki perbedaan - perbedaan individu di kalangan masyarakat. Galton mempelopori penggunaan metode korelasi. Di Amerika Serikat,
James Mc Keen Cattell, yang pernah belajar di Jerman kepada Wundt dan juga
terpengaruh oleh Galton, memulai suatu penyelidikan yang sistematis. Cattell
menekankan perlunya pembakuan prosedur tes guna memperoleh pengukuran yang
sebanding dari para subyek. Apa yang dimulai Cattell ini mengakibatkan
timbulnya studi sistematis tentang perbedaan-perbedaan individu dalam
fungsi-fungsi kemanusiaan lainnya, termasuk pengukuran kecerdasan.
2.
Awal Penelitian
Pendidikan.
Joseph M. Rice pada umumnya dikenal sebagai perintis dalam gerakan
penelitian pendidikan. Di tahun 1897, ia menerbitkan dua artikel yang
melaporkan hasil penyelidikannya tentang hasil belajar mengeja (spelling)
anak - anak sekolah di Amerika Serikat. Dalam karya Rice, orang dapat melihat
pembentangan pendirian yang menekankan pentingnya penelitian di dalam pola
pemikiran total mengenai pendidikan, suatu wewenang untuk menilai kelebihan dan
kelemahan praktek-praktek pendidikan serta menyarankan jalan ke arah perbaikan.
3.
Periode Perintisan
(1900 - 1920).
Pada tahun
1990 – 1920 merupakan masa eksplorasi dan
pengembangan alat pengukur yang diperlukan oleh para peneliti. Di tahun 1905,
Alfred Binet menerbitkan skala kecerdasan praktis yang pertama, sesuatu yang
sangat dibutuhkan di negerinya pada waktu itu. Pada era ini, banyak bermunculan riset - riset ilmiah di bidang pendidikan dengan menggunakan statistik. Studi statistik
yang pertama tentang kemajuan anak - anak di sekolah dilakukan oleh Thorndike (1901),
Ayres (1909) dan Strayer (1911). Berkat penelitian mereka, maka norma-norma
hasil belajar secara nasional bagi semua tingkatan kelas dapat ditetapkan,
serta kemajuan anak - anak berdasarkan norma - norma ini dapat di evaluasi.
4.
Periode
Perluasan (1920 - 1945)
Periode ini merupakan masa perkembangan yang pesat bagi penelitian
pendidikan. Jumlah alat ukur yang tersedia bagi para peneliti bertambah dengan
pesat, ditandai dengan terbitnya Mental Measurement Year-Book.
Penelitian pendidikan ditetapkan sebagai suatu bidang studi di perguruan
tinggi. Program sarjana bidang pendidikan mulai menjadikan penelitian
pendidikan sebagai mata kuliah wajib. Buku karya Mc Call ’How to Experiment
in Education’ yang terbit di tahun 1923, merupakan salah satu dari buku - buku pertama yang membahas masalah pengendalian
dalam eksperimentasi pendidikan. Dan terobosan besar juga terjadi di tahu 1935,
ketika Fisher mengembangkan desain - desain statistik variabel berganda (multivariat
statistical designs).
5.
Periode
Penilaian Secara Kritis (1945 - sekarang)
Ruang lingkup penelitian pendidikan telah semakin diperluas. Setiap tahun
banyak penelitian dilakukan dengan tujuan menetapkan keefektifan semua aspek
kurikulum, metode pengajaran, bimbingan, serta praktek - praktek administrasi. Penelitian pendidikan tidak
lagi hanya merupakan usaha pencarian fakta belaka.
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Penelitian
pendidikan adalah sebuah proses yang sistematis untuk memperoleh pengetahuan
(to discover knowledge) dan pemecahan masalah (problem solving) pendidikan
melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan maupun analisis datanya, serta
membuat rumusan generalisasi berdasarkan penafsiran data tersebut. Penelitian
pendidikan usianya masih tergolong muda, sebab usianya masih kurang dari 18
tahun. Awalnya penelitian pndidikan ini diawali oleh bidang ilmu pengetahuan
alam pada abad ke 17 dan 18. Kemudian pada abad ke 19 barulah ilmu pendidikan
menggunakan metodologi ilmu. Adapun tujuan umum dari
penelitian yaitu sebagai eksploratif (penjagaan), verifikatif (pengujian) dan development
(pengembangan/pembangunan). Tugas – tugas dalam penelitian terdiri dari mengidentifikasi,
memilih dan merumuskan masalah; merumuskan hipotesa; melakukan hipotesis secara
empirik; melakukan pembahasan; dan menarik
kesimpulan. Setelah mengetahui tujuan dari penelitian pendidikan, maka
penelitian pendidikan dapat di bedakan menjadi beberapa jenis, yaitu dapat
dibedakan berdasarkan cara pendekatannya (terdiri pendekatan kualitatif dan
kuantitatif), berdasarkan jenisnya (yang terdiri dari penelitian dasar,
penelitian terapan, dan penelitian evaluatif) dan yang terakhir ada jenis penelitian
pendidikan yang didasarkan pada tujuannya (yang terdiri dari penelitian
deskripsi, penelitian prediktif, penelitian improftif dan penelitian
eksplanatif).
3.2
SARAN
Bagi pembaca di harapkan dapat
menambah sedikit wawasan yang dimiliki setelah membaca isi makalah ini dan
mampu memberikan informasi kepada orang lain mengenai “Pengantar Penelitian
Pendidikan”. Serta direkomendasikan kepada pembaca untuk memanfaatkan makalah
ini dengan baik. Jadikan makalah ini sebagai referensi dalam kajian / pembuatan
karya tulis lainnya.
