BUKAN PERKARA RASA
Yang ditakutkan itu kembali. Iya kembali! Dimana disaatku berusaha tuk menghidar, namun orang terlanjur termakan oleh isu-isu semu. Tak peduli akan waktu dan kenyataan. Ingin ku ungkapkan pada sang waktu. Isu itu tak seperti apa yang nampak.
Seperti sebuah mentari, yang kerap kali datang dikala pagi. Menyinari indahnya dunia yang penuh dengan misteri. Ya! Misteri yang kadang kala membuat orang menggerutu. Seperti halnya saat ini, isu yang tak benar sedang maraknya beredar. Ya, mungkin. Ini semua salahku. Yang tak pandai mengatur jarak dan waktu. Dimana, adakalanyaa diri ini selalu bersama dan ada kalanya diri ini menjauh. Namun, seiring dengan putaran waktu. Banyak orang yang melihat tanpa bertanya. Mungkin, kini sudah saatnya diri ini tuk beranjak dari dunia kerahasiaan. Dimana tak ada lagi pertanyaan-pertanyaan semu yang kian terlontar. Cukup dengan sapa dan senyum ku menjawab semua itu.
Ingin rasanya ku tuk bersua. Membela diri dan membenarkan apa yang ada. Namun, isu itu terlalu kuat tuk dibendung. Iya terlalu kuat! Sebab, diri ini tak menyadari akan kedekatan itu. Bahkan, aku sendiri baru menyadari saat banyak orang yang bertanya. Dan disitulah aku mulai flashback akan semua tragedi yang pernah terjadi. Banyak orang yang memergoki, banyak orang yang keheranan. namun, apalah daya. Diri ini tak bisa berontak karena kondisi yang memaksaku.
Oke. Mungkin kini saatnya aku tuk menikmati kehidupan ini. Menerima setulus hati dan menjalaninya dengan penuh keikhlasan. Tak perlu hiraukan apa kata orang. Karena kini, ku telah hidup di masa yang semuanya serba mudah.
Teruntukmu yang mungkin merasakan hal yang sama seperti aku. Maafkan atas segala yang membuatmu risih. Dan kini, aku sendiri merasa canggung dan tak berani tuk mendekatkan diri lagi padamu. Iya! Aku tak berani karena aku tak mau isu itu kian menjadi. Terimakasih atas kebersamaan selama ini. See you :-)