Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Secarik Puisi Untukmu, Guruku Tercinta

Disaat mentari itu kian meredup
Kau datang bagaikan bintang penghias kehidupan
Disaat rembulan itu menipis
Kau poleskan sejuta cerita yang kian melesit

Tak ada kata yang kau buang
Tak ada kenangan yang kau hapuskan
Tak ada tangis  yang kau goreskan
Hanya ilmu yang kau tinggalkan

Syahdu dan sunyi itu kian melara
Mendebarkan kalbu yang tengah merana
Merana akan ketidakpastian
 Yang kini semakin menukik di ujung kalbu