Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Biarkan Lara yang Paham

Tak ada kesempurnaan dalam hidup ini. Tak ada kata indah yang di ukir dengan tulus sesyahdu hati. Hidup memang sebuah keniscayaan yang di amanahkan pada hamba-Nya. Alur kehidupanlah yang akan menadi penetu di babak akhir kehidupan ini. Banyak manusia yang berkerumun mencari jati diri pada orang lain. Banyak manusia yang berkelana mengitari semesta untuk mencari bukti. Bukti akan Kuasa - Nya.

Setiap hembus nafas ini akan selalu bergeming, bermanja,  bersinar bahkan bisa saja menjadi layu dan akhirnya pudar. Tak ada yang bisa menebak kapan pudarnya nafas ini. Nafas yang berkecimpung dalam kesenyapan, nafas berkecimpung dalam keraguan, nafas yang berkecimpung dalam kerinduan, nafas yang berkecimpung dalam kenikmatan, dialah yang menjadi teman sejatiku menikmati alur kehidupan ini. Dia lah yang menjadi pelebur lara di saat rasa ada. 

Ya ! Ingin rasanya berteriak. Meluapkan segala kekesalan yang terpendam. Ingin rasanya ku bercerita, berbagi rasa di saat menikmati alur hidup. Namun apalah daya, diri ini tak cukup keberanian tuk berteriak, tak cukup pandai tuk merangkai kata, bahkan tak sanggup tuk meluapkan segalnya dalam untaian cerita.

Hmmm. Hallo lara! Masihkah kau menemaniku ? Menemani dan menghiburku menikmati alur hidup ini. Hello Lara ! Sampai kapan kau kan bertahan menemaniku tuk menikmati alur hidup ini ? Entahlah, kau kan makhluk abstrak yang kadang kali menjadi rebutan orang. Sudahlah! Jangan hiraukan itu, fokuskan niat. Ikhlaskan hati. Lapangkan tujuan. In syaa allah.