PESONA DESTINASI WISATA ALAM GARUT
PESONA DESTINASI WISATA ALAM GARUT
Risma Mutmainah
Garut merupakan salah satu Kota Priangan Timur di daerah Jawa
Barat dan merupakan salah satu kabupaten yang terletak sekitar 64 km sebelah
tenggara Bandung Ibu Kota Jawa Barat dan sekitar 250 km dari Jakarta. Garut
berada pada ketinggian 0 m sampai dengan 2800 m berbatasan langsung dengan
Samudra Hindia di sebelah selatan yang memanjang sekitar 90 km garis
pantainya.
Secara geografis, Kabupaten Garut berdekatan dengan Kota
Bandung sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. Dimana, Kabupaten Garut dianggap
sebagai Kota penyangga dan pedalaman untuk pengembangan wilayah Bandung Raya.
Oleh sebab itu, Kabupaten Garut memiliki kedudukan strategis dalam memasok
kebutuhan warga Kota sekaligus berperan dalam mengendalikan keseimbangan
lingkungan di daerah Jawa Barat.
Dilihat
dari segi atau kondisi iklimnya, Kabupaten Garut ini beriklim tropis basah atau
sering di sebut sebagai humid trofical climate. Pola iklim di Kabupaten Garut
ini tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya karena adanya pola
sirkulasi angin musiman, topografi regional yang bergunung-gunung (dikelilingi
dengan pegunungan), dan curah hujan tinggi. Berdasarkan kondisi iklim di
Kabupaten Garut ini, maka Kabupaten Garut sering dianggap sebagai kota yang
suhu udaranya rendah, sehingga banyak yang beranggapan bahwa Garut ini termasuk
daerah yang iklimnya rendah atau dingin.
Kabupaten Garut ini dihiasi dengan gunung-gunung yang
menjulang tinggi, termasuk Gunung Gede (atau Gunung Papandayan), Gunung Guntur
dan Gunung Cikuray. Dimana, saat ini Gunung Papandayan dan Gunung Guntur
merupakan dua gunung berapi aktif yang berada di Kabupaten Garut. Selain tu,
destinasi wisata yang ditawarkan oleh Gunung Papandayan, Gunung Guntur dan Gunung
Cikuray pun tidak kalah menarik dengan objek wisata lainnya. Terlebih, untuk
anak-anak pecinta alam ke-3 Gunung ini sudah menjadi tempat yang sering
dikunjungi.
Destinasi wissata alam Garutpun sering meninggalkan kenangan
mata yang kadang sulit untuk di lupakan. Dimana, mata ini seing dimanjakan
dengan tampilan-tampilan destinasi wisata alam Garut yang beragam. Mulai dari
perkebunannya, hutannya, sumber air, pantai, kebudayaan dan lain sebagainya.
Maka tak heran, jika di saat fajar menerka pemandangan gunung terkesan
misterius dengan lingkup kabut yang menebal dan terlihat dari kejauhan.
Sedangkan, disaat senja menepi, matahari terlihat berwarna merah dan mulai
menghilang di ufuk barat, kesan akan kuasa-Nya pun semakin menggebu.
Pada awal abad ke-20, Kota Garut mengacu pada pola
masyarakat yang heterogen sebagai akibat dari
arus urbanisasi. Oleh sebab itu, dengan adanya keanekaragaman masyarakat
dan pertumbuhan Kota Garut ini erat kaitkan dengan usaha-usaha
perkebunan dan objek wisata di daerah Garut.
Sehingga setiap usaha perkebunan di daerah Garut bisa berkembang dengan cepat
dan pesat karena adanya dukungan dari faktor alam itu sendiri.
Beriringan
dengan pembukaan
perkebunan-perkebunan tersebut, maka pada tahun
1917 diikuti pula dengan
pembangunan hotel-hotel sebagai salah satu
objek pelengkap dalam wisata alam yang ditawarkan. Hotel-hotel tersebut
merupakan tempat menginap dan hiburan bagi para pegawai perkebunan atau
wisatawan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Hotel-hotel
di Kota Garut yang dikenal sejak masa itu yaitu Hotel Papandayan,
Hotel Villa Dolce, Hotell Belvedere, dan Hotel Van Hengel.
Seiring
dengan perkembangan zaman, maka destinasi wisata di Kabupaten Garut pun semakin
meningkat. Sehingga pesona wisata alam yang disajikan oleh Kabupaten Garut pun
semakin beragam. Oleh sebab itu, pada abad ke-20 Kabupaten Garut mendapatkan
julukan sebagai Kota Swiis van Java. Bukan tanpa alasan, julukan Garut
sebagai Swiss van Java ini di sebabkan oleh oleh Garut yang memiliki
panorama alam yang keindahannya tak kalah mengagumkan. Pemandangan pegunungan terhampar luas di Garut, udaranya yang sejuk,
serta suasana kota yang asri semakin menambah kenyamanan Kota ini. Maka tak
heran, pesona alam Kabupaten Garut ini mampu menarik perhatian wisatawan
lokal maupun wisatawan asing, sehingga IGU dari hasil pengelolaan
destinasi wisatanyapun semakin bertambah.
Memang, sejak dahulu Garut dikenal memiliki banyak
obejek wisata. Banyaknya destinasi wisata di Garut melahirkan julukan baru
untuk Garut, yaitu Garut “GURILAPS” (yang berarasal dari Basa Sunda dengan arti
Gemerlap). Dimana, GURILAPS sendiri merupakan kependekan dari GUnung, RImba,
Laut, Pantai, dan Seni budaya. Istilah ini tentu bukan main, sebab
destinasi-destinasi pariwasata di Kabupaten Garut ini selalu menampilkan
sesuatu yang membuat orang terkesima akan keindahan alamnya. Banyak orang yang
terpana akan cantiknya alam Kabupaten Garut.
Kabupaten Garut ini bisa dikatakan sebagai salah satu
kabupaten yang memiliki objek wisata paling lengkap, dari wisata alami hingga
wisata buatan. Mulai dari wisata Gunung, seperti Gunung Guntur, Cikuray, Papandayan
dan Talaga Bodas. Wisata Rimba seperti Hutan Sancang. Wisata Laut dan Pantai
seperti Santolo, Pameungpeuk, Rancabuaya, Sayangheulang dan lain sebagainya.
Wisata Seni dan Budaya seperti Candi Cangkuang, Kampung Dukuh, Makam Godog, Adu
Domba dan berbagai macam kesenian dan budaya Garut lainnya.
Julukan
untuk Kabupaten Garut memang tiada henti, sehingga pada Tahun 1950 Kabupaten
Garut mendapatkan julukan sebagai Kota Intan. Hal ini di sebabkan karena jarak
Kabupaten Garut ke Bandung Raya tidak begitu jauh, sehingga Garut ini cukup
ramai untuk dikunjungi oleh wisatawan. Hal ini dapat terlihat dari padatnya
kota terlebih pada akhir pekan. Selain itu pula, julukan Garut sebagai “Kota
Intan” ini muncul karena Kota Garut saat itu
sangat bersih dan asri, bahkan termasuk kota terbersih di Indonesia. Kondisi
Garut yang seperti itu merupakan buah dari kepemimpinan Bupati Gahara yang
secara telaten menjaga kebersihan kota, sehingga masyarakat ikut terpanggil dan
sering melakukan kerja bakti tanpa harus diperintah. ‘Kota Intan’ dapat
diartikan sebagai kota yang indah, tertib, aman, dan nyaman.
Perlu kita ketahui, bahwa sebenarnya banyak sekali potensi
wisata yang dimiliki Garut, namun kebanyakan tempat wisata tersebut jauh
terisolasi dari pusat Kota Garut. Hal ini merupakan salah satu fakta unik
tentang Garut mengenai kondisi wisata alamnya. Beberapa destinasi wisata di
Garut harus ditempuh dengan jarak yang cukup jauh. Seperti untuk menuju objek
wisata pantai, wisatawan yang ingin kesana harus memutari pegunungan ke arah
pantai selatan. Namun, hal tersebut tentu tidak menjadi faktor penghambat
terhadap daya tarik wisatawan untuk megunjungi Kota Garut.
Kita tidak perlu khawatir dengan lamanya perjalanan menuju
destinasi wisata Garut. Sebab, selama di perjalanan kita akan disuguhkan dengan
pemandangan alam yang begitu luar biasa. Bagi beberapa orang mungkin akan cukup
melelahkan, namun bagi sebagian orang lainnya justru dapat menjadi dan
memberikan sebuah tantangan tersendiri. Berwisata bukan hanya sebatas pada
destinasi yang akan dikunjungi saja, tetapi perjalanan menuju ke destinasi
inilah yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi seorang traveler.
Berkaitan
dengan banyaknya potensi wisata yang dimiliki Garut, maka pada saat ini Kabupaten
Garut tengah memasuki tahap pembaharuan sistem wisata. Selain itu, di berbagai
daerah Kabupaten Garut pun saat ini sedang gencar-gencarnya atau maraknya objek
wisata baru yang ditawarkan dengan daya tarik tersendiri. Bahkan, di
daerah-daerah terpencilpun objek wisata yang ditawarkan tidak kalah menarik.
Garut, memang kota yang tiada hentinya untuk
berinovasi. Destinasi wisata alam yang ditawarkan oleh Kabupaten Garut ini
selalu menarik perhatian wisatawan. Bukan lagi darajat dan Cipanas yang
menjadikan sumber air panas alami sebagai destinasi wisata unggulan. Saat ini,
banyak sekali objek wisata alam lainnya yang tak kalah menarik untuk di
kujungi. Seperti halnya objek wisata alam Papandayan yang saat ini sedang hitz
di kalangan anak muda.
Objek wisata Papandayan ini bukan sekedar menawarkan
trek pendakian yang menarik. Namun, saat ini destinasi wisata alam Papandayan
ini menawarkan berbagai destinasi alam yang semakin maju. Diantaranya ada objek
pemandian, taman, curug, pendakian, kawah, kemah dan lain sebagainya sehingga
menarik perhatian wisatawan.
Pernah suatu ketika saya bercengkrama dengan salah satu
wisatawan asing yang berkunjung ke Kabupaten Garut, yang kebetulan pada saat
itu saya bertemu di Objek Wisata Papandayan. Beliau mengungkapkan kesannya
terhadap destinasi wisata yang ada di Kabupaten Garut. Beliau memberikan
apresiasi tinggi terhadap objek wisata alam yang ada di Kabupaten Garut.
Bahkan, beliau menginginkan suasana alam dan lingkungan Garut ini bisa
dirasakan pula di negerinya.
Perlu kita ketahui, bahwa Garut merupakan salah satu
primadona tujuan wisata pada masa Hindia Belanda. Maka tak heran, banyak
promosi wisata yang menyebutkan bahwa Garut sebagai destinasi yang layak
dikunjungi pelancong Eropa dan Amerika.
Lalu, bagaimana dengan sekarang? Meski Pamor Wisata
Garut tak lagi sepopuler dulu, Pemerintah berkomitmen akan wujudkan kembali
Garut sebagai destinasi wisata kelas dunia. Buktinya, saat ini pemerintah
Kabupaten Garut sedang gencar menawarkan berbaai objek wisata baru dengan ikon
khas yang berbeda-beda. Hampir di setiap daerah di Kabupaten Garut memiliki
destinasi wisata yang tak kalah hitz nya.
Pada tahun 2018, ada salah satu objek wisata baru yang
kembali menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Garut. Destinasi wisata ini
merupakan destinasi wisata alam yang menaawarkan kecantikan sumber air. Lokasi
wisata yang terpencil dan masih susahnya akses transfortasi menjadi salah satu
alasan kenapa destinasi wisata alam ini baru saat ini trendingnya. Sebut saja
destinasi wisata ini Leuwi Tonjong. Nuansa alam yang di tawarkan tak kalah
menarik dengan keindahan destinasi wisata di mancanegara.
Leuwi Tonjong ini merupakan destinasi wisata yang
menawarkan pemandangan seperti halnya di Jurassic Park. Dimana pemandangan air
yang terhimpit oleh dua tebing batu ini menjadi destinassi wisata yang tak
kalah menariknya. Aliran air yang mengalir dari Sungai Cihurip ini mengalir
dengan tenang, sejuk dan jernih. Sehingga destinasi wiata Leuwi Tonjong ini cukup
aman untuk bermain air. Berkat spot foto yang tak kalah cantik, destinasi
wisata alam ini sering menjadi incaran para anak muda hitz di Kabupaten Garut.
Banyak destinasi wisata alam yang ditawarkan oleh
Kabupaten Garut ini tentu meningkatkan daya kreativitas di masyarakat dan
pemilik usaha tertentu. Sehingga pada saat ini Kabupaten Garut memili objek
wisata baru, yaitu Musium Dodol. Bukan tanpa alasan, musium dodol ini
bisa muncul karena trending dodol Garut sudah sangat familiar, bahkan setiap
wisatawan yang berkunjung ke Garut menjadikan dodol sebagai suatu hal yang
harus mereka beli dan kunjungi. Familiarnya dodol di Kabupaten garut ini
meenjadikan Kabupaten garut di juluki sebagai Kota Dodol. Bahkan, destinasi
wisata Garut pun ikut di promosikan melalui kemasan khas Garut, yaitu dodol dan
chocodot.
