P2M 2017 PART 9-12
Selasa,
15 Agustus 2017
Aktivitas di pagi
buta kami lakukan seperti biasa dan sudah tak asing lagi dengan kegiatan –
kegiatan atau kebiasaan – kebiaaan temen se posko yang terkadang menjadi bahan
bullyan. Pagi ini, saya dan kawan – kawan satu posko sibuk menyiapkan diri
untuk melakukan kegiatan NGABOLANG.
Dimana kegiatan ngabolang ini
merupakan kegiatan yang di PJ kan ke kelompok 10 dan 9. Jam 06.00 WIB kami
semua pergi ke Dusun Cidugaleun untuk melaksanakan kegiatan itu. Kegiatan ini
dilakukan sampai dzuhur. Setelah kegiatan ngabolang selesai, kami melakukan
evaluasi dan brifing untuk kegiatan di hari esok.
Kurang lebih pukul
14.00 WIB saya dan kawan – kawan pulang ke posko. Oh iya, saya dan kawan –
kawan pulang ke posko menggunakan angkot ya. Hehe Walaupun hanya sampai
jembatan saja sih. ☹
Setelah pulang ke posko da bersih – bersih saya ikut membantu warga
masyarakat di sana untuk membuat umbul – umbul. Waktu terus berlalu dan tak
terasa senja pun telah tiba. Saya pun pergi pamit undur dii untuk kembali
pulang ke posko melakukan persipan solat magrib dan isya.
Rabu, 16
Agustus 2017
Tak banyak cerita
yang ingin diungkapkan sih di hari ini, yang jelas saya merasakan berbagai rasa
di hari ini. Baik itu rasa senang, bahagia, sedih dan lain sebagainya. Pokoknya
di hari ini saya mulai merasakan detik – detik terakhir menuju perpisahan.
Sebab, di saat saya mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan kehidupa di
lingkungan ini, tiba – tiba waktu akan segera memisahkan.
Hmm, untuk
rutinitas sehari – harinya, tidak jauh bereda dengan hari sebelumnya. Tapi
mungkin ada sedikit perbedaan yang membuatnya bebeda kesan. Yaitu pada hari ini
kami melakukan persiapan untuk kegiatan 17 Agustusan di Dusun Pari. Ada banyak
kegiatan yang kami lakukaan untuk memeriahkan HUT RI ini.
Kamis, 17
Agustus 2017
Siapa yang tidak
tahu dengan tanggal ini. Pasti setiap warga negara Indonesia mengetahui akan
sejarah yang terjadi pada tanggal itu. Di hari ini, saya mengikuti rangkaian
peringatan HUT RI Desa Cidugaleun, mulai dari ikut arak – arakan, upacara,
menyaksikan atraksi sampai melakukan kegiatan Pesta Rakyat di Dusun Pasir Pari.
Semarak yang
bergelora dari para masyarakat membuat hati ini bergetar dan bergelora. Merasa
senang sekaligus tergores hati ini. Sebab, antusiasme masyarakat di daerah terpencil
seperti ini sangatlah bagus jika dibandingkaan dengan masyarakat di daerah
perkotaan. Maka, saya sangat bersyukur bisa di berikan kesempatan untuk bisa
menyaksikan dan terlibat langung dalam kegiatan ini.
Entah ada
keajaiban apa, di hari ini saya dan kawan – kawan di ajak makan bersama
masyarakat di Kp. Cimadang. Ya walaupun mereka mengetahui kegiatan kami di hari
ini padat, tetapi mereka tetap memaksa dan membujuk kami agar bisa makan
bersama dalam rangka perpisahan katanya.
Sebenarnya ada
banyak yang ingin saya sampaikan mengenai kegiatan di hari ini, namun apalah
daya, saya bukan seorang penulis handal yang mampu merangkai satu kata menjadi
beberapa kalimat. Hmm, saya ingin mengucapkan terimakasih dan mohon maaf pada
semuanya.
Jum’at,
18 Agustus 2017
Hari ini adalah
hari terakhir saya dan kawan – kawan berada di tempat pengabdian ini. Di hari
ini, saya dan kawan – kawan melakukan pamitan dan perpisahan dengan masyarakat,
SD dan DTA yang ada di sana. Jujur, saya sendiri tak bisa menahan air mata
ketika pamit dengan warga masyarakat dan warga SDN Giriatikan. Ketika pamit di
SD, rasa bersalah saya muncul kepada salah seorang anak didik kelas 4 SD yang
kerap kali saya tegur akan kenakalannya yang sangat luar biasa. Namun, ketika
saya pamit dia hanya menundukkan kepala sambil mengis tak henti henti.
Setelah pamit
dengan anak – anak dan guru, kami di ajak untuk makan bersama dengan guru dan
semua staff yang ada di SD Giri Atikan.
Rasa syukur tetap saya rasakan sampai saat ini. Sebab, mereka semua menganggap
kami ini teman, rekan, bahkan anak sendiri yang sedang berkelana mencari ilmu.
Singkat cerita, di
hari ini kami pulang ke tempat asal (Tasikmalaya) dengan selamat. Alhamdulillah








