KETERAMPILAN MENJELASKAN
KETERAMPILAN
MENJELASKAN (EXPLANING SKILLS)
MAKALAH
diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pembelajaran Mikro
Dosen Pengampu:
Drs. H. Ahmad
Mulyadiprana, M.Pd.
M. Rijal Wahid
Muharram, M.Pd.
Disusun oleh:
Kelompok 2
Elis Nurul Huda
|
(1601005)
|
Risma Mutmainah
|
(1605791)
|
Rizal Ali Nurdin
|
(107335))
|
Wina Amalia
|
(1600094)
|
Kelas 3A-PGSD
PROGRAM
STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS
PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS
TASIKMALAYA
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah dengan judul “Keterampilan Menjelaskan (Explaining Skills)” ini pada waktunya. Walaupun hasilnya masih
jauh dari apa yang menjadi harapan Bapak selaku Dosen Mata Kuliah Pembelajaran Mikro.
Namun sebagai awal pembelajaran dan agar menambah spirit dalam mencari
pengetahuan yang luas dilapangan, bukan sebuah kesalahan jika kami mengucapkan
kata syukur.
Kesalahan yang terdapat di dalam
makalah ini jelas ada. Namun bukanlah kesalahan yang tersengaja, melainkan
karena kekhilafan dan kelupaan dari kami selaku penyusun. Dari semua kelemahan
kami, kirannya dapat dimaklumi.
Terimakasih kami ucapkan pula kepada
dosen Mata Kuliah Pembelajaran Mikro beserta teman-teman yang telah memberikan
banyak saran dan pengetahuannya sehingga menambah hal baru bagi kami. Terutama
sumbangannya dalam hal materil berupa referensi mengenai “Keterampilan
Menjelaskan (Explaining Skills)”.
Demikian harapan kami, semoga hasil
pengkajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan menambah referensi
sekaligus ilmu pengetahuan yang baru pula. Amin.
Akhirnya segala kritik dan saran yang positif selalu kami
harapkan untuk menambah kesempurnaan makalah ini. Semoga bermanfaat.
Tasikmalaya, 15 Februari 2019
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Belajar merupakan perubahan
tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan
membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Belajar juga
merupakan suatu kegiatan konstruktivisme dimana siswa merpakan subjek
belajaraktif yang menciptakan struktur-struktur kognitifnya sendiri dalam
interaksinya dengan lingkungan (Vygotsky, 1978) .
Belajar tentu tidak akan terlepas
dari adanya proses pembelajaran, sehingga dalam konteks ini pembelajaran dan
belajar memiliki keterkaitan satu sama lain. Dimana pembelajaran merupakan suatu
proses yang komplek, dalam pembelajaran menyatakan komponen-komponen
pembelajaran secara terintegrasi antara lain seperti tujuan pembelajaran atau
kompetensi yang harus di capai siswa, materi yang akan menjadi bahan ajar bagi
siswa, metode, media dan sumber pembelajaran, evaluasi, siswa, guru dan
lingkungan pembelajaran lainya. Dari semua unsur pembelajaran tersebut
masing-masing memiliki karakteristik yang khusus dan antara satu komponen
dengan komponen lain saling terkait dan mempengruhi dalam suatu proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang
diharapkan. Sejalan dengan itu, dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang
Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20 menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
Sejalan dengan itu, kita sebagai
calon guru tidak cukup untuk menguasai materi pembelajaran saja, akan tetapi
perlu ditunjang dengan kemampuan dan keterampilan lain sesuai dengan
unsur-unsur yang terkait dengan sistem dan proses pembelajaran. Maka dalam
pembelajaran Mikro seorang calon guru tidak hanya diberikan pemahaman untuk
menguasai materi atau bahan ajar saja, tetapi keterampilan-keterampilan dasar
dalam mengajar juga di ajarkan. Selain itu, yang menjadi latar belakang adanya
pembelajaran ini adalah sebagai salah satu pendekatan dalam mempersiapkan,
membina dan meningkatkan kemampuan guru secara lebih profesional. Dengan
demikian, berbagai keterampilan-keterampilan mengajar dapat diketahui bahkan
dikuasi oleh seorang guru untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih
baik, khususnya sebagai guru yang profesional.
Keterampilan mengajar tentu ada
beberapa bagian, salah satunya adanya keterampilan dalam menjelaskan.
Keterampilan menjelaskan ini akan menjadi topik pembahasan utama dalam makalah
ini. Maka dari itu, perlu kita ketahui bahwa dalam proses pembelajaran tentunya
kita harus memahami dan mengetahui keterampilan-keterampilan dalam menjelaskan.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di
atas, maka dapat ditentukan permasalahan-permasalahan keterampilan menjelaskan,
diantaranya:
1. Apa pengertian keterampilan menjelaskan.
2. Bagaimana tujuan keterampilan menjelaskan.
3. Apa saja unsur-unsur dalam keterampilan menjelaskan.
4. Bagaimana tahap-tahap dalam keterampilan menjelaskan
5. Bagaimana prinsip keterapilan menjelaskan.
6. Bagaimana panduan keterampilan menjelaskan.
7. Apa saja kelebihan dan hambatan keterampilan
menjelaskan.
C.
Tujuan Penulisan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah di
atas, maka dapat ditentukan tujuan dari penulisan makalah ini, diantaranya:
1. Mengetahui
pengertian keterampilan menjelaskan.
2. Mengetahui
tujuan keterampilan menjelaskan.
3. Mengetahui unsur-unsur dalam keterampilan menjelaskan.
4. Mengetahui tahap-tahap dalam keterampilan menjelaskan
5. Memahami prinsip keterapilan menjelaskan.
6. Mengetahui panduan keterampilan menjelaskan.
7. Mengetahui kelebihan dan hambatan keterampilan
menjelaskan.
D.
Metode Penulisan Makalah
Metode
penulisan dalam penyelesaian penyususnan makalah ini menggunakan metode studi
literatur yaitu buku yang berkaitan dengan pembahasan materi makalah ini dan
media sosial di internet yang masih ada hubungannya dengan materi yang dibahas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Pengertian
menjelaskan menurut Udin (dalam Mazidah, 2016, hlm. 9) bahwa “secara estimologis kata ‘menjelaskan’ bermakna
membuat sesuatu menjadi jelas.” Sedangkan pengertian menjelaskan
menurut A’yun (2017, hlm.1) mengemukakan bahwa “Menjelaskan merupakan mendeskripsikan secara lisan
tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan kenyataan.” Selain
itu, Widiastuti (dalam Gusra &
Cahya, 2012, hlm.7)
mengemukakan pengertian keterampilan bahwa “Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk
mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat.”
Pengertian
keterampilan menjelaskan (Explaining
Skills) menurut Saud (dalam Wardani, 2017) mengemukakan bahwa:
Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran
adalah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara
sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian
lainnya, misalnya sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuau
yang belum diketahui. (hlm.1)
Selain
dari pendapat di atas, Yusuf (2014) mengemukakan pengertian explaining skills bahwa
Explanation also
called presentation means to explain or to give understanding to another
person. Explanation skills deal with the ability to use verbal and non-verbal
cues at appropriate times in a lesson. Concerns explaining, narrating, giving
appropriate illustrations, examples, and planned repetition where necessary. (hlm.2)
Pendapat di atas diterjemahkan ke bahasa Indonesia
yaitu, penjelasan juga disebut presentasi artinya menjelaskan
atau memberi pengertian kepada orang lain. Keterampilan penjelasan berhubungan
dengan kemampuan untuk menggunakan isyarat verbal dan non-verbal pada waktu
yang tepat dalam suatu pelajaran. Saat
menjelaskan penting untuk menceritakan, memberikan ilustrasi, memberi contoh, dan pengulangan yang sesuai jika
perlu.
Berdasarkan pendapat di
atas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari keterampilan menjelaskan yaitu
menyajikan informasi secara sistematis menggunakan isyarat
verbal dan non-verbal untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian
lainnya, saat menjelaskan hal penting bisa memberikan
ilustrasi, contoh, dan pengulangan yang sesuai jika perlu.
Tidak
semua cerita itu sama dengan menjelaskan. Di dalam menjelaskan terjadi proses
interaksi edukatif yang melibatkan kemampuan kognitif peserta didik untuk
memahami cerita. Contoh: Ibu Elis menjelaskan pengalamannya saat pergi ke
Garut, beliau pergi ke Talaga
Bodas, Darajat Pass, dan Karacak Valley. Sedangkan Ibu Wina menjelaskan pada hari libur tahun
baru, harga barang kebutuhan sehari-hari naik, karena banyak orang yang
mengadakan pesta perayaann pergantian tahun. Dari contoh tersebut menggunakan
istilah menjelaskan yang berbeda. Yang pertama mempunyai arti melukiskan
gambaran keadaan peristiwa di Garut, sedangkan yang kedua mempunyai arti
“mengungkapakan sebab-akibat.” Kedua istilah itu menggunakan informasi lisan yang
diberikan oleh guru kepada peserta didik. Penjelasan yang kedua, guru
mengorganisasikan bahan pelajaran, sehingga peserta didik diberi sajian bahan
pelajaran yang telah direncanakan, seperti kenaikan harga belajar sebab-akibat,
sehingga peserta didik dapat memahami apa yang telah dijelaskan, tentu saja hal
ini menjadi keberhasilan guru dalam keterampilan menjelaskan. Pendapat tersebut
sesuai dengan Saiful (dalam dalam Mazidah, 2016, hlm. 11) mengemukakan bahwa
“Keberhasilan guru menjelaskan ditentukan oleh tingkat pemahaman yang ditentukan
anak didik
B. Tujuan
Keterampilan Menjelaskan
Pembelajaran yang
berkualitas yaitu dengan adanya penerapan konsep yang telah dikuasai oleh
peserta didik dapat diaplikasikan ke dalam kegiatan lain yang terkait pada
situasi lain atau kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu keterampilan
menjelaskan menjadi hal penting, Sukirman (2012) mengemukakan tujuan
keterampilan menjelaskan sebagai upaya:
a. Untuk membimbing peserta didik memahami
dengan jelas terhadap sesuatu yang dipelajari.
b. Untuk membimbing peserta didik memahami
konsep, hukum, dalil dan unsur-unsur yang terkait dengan sesuatu yang
dijelaskan secara objektif dan bernalar.
c. Untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas
peserta didik dalam memecahkan masalah melalui penerapan cara berpikir secara
kritis, analitis, logis dan sistematis.
d. Untuk membantu memenuhi rasa ingin tahu
peserta didik (quriousity) terhadap
sesuatu permasalahan yang dipelajari/dihadapi.
e. Untuk mendapatkan balikan dari peserta didik
tentang pemahamannya terhadap sesuatu yang dijelaskan. (hlm.249)
C. Unsur-Unsur
Keterampilan Menjelaskan
Menurut Sukirman
(2012, hlm. 251) berpendapat bahwa “Dua unsur pokok yang harus dikuasi guru
untuk keterampilan menjelaskan, yaitu: keterampilan merencanakan penjelasan,
dan keterampilan menyajikan penjelasan itu sendiri.”
1. Keterampilan
merencanakan penjelasan
Keterampilan menjelaskan sangat
berhubungan dengan keterampilan mengomunikasikan. Dalam mengomunikasikan
pembelajaran ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan antara lain:
1)
Merencanakan pesan
(materi) yang akan dijelaskan, harus memenuhi beberapa unsur yaitu:
a) Validitas
isi, yaitu materi yang dijelaskan sudah teruji kebenarannya
b) Kelayakan
isi, dilihat dari tingkat kesulitan dan kemudahan isi materi yang disampaikan
c) Menganalisis
masalah yang terdapat dalam materi yang akan dijelaskan
d) Penetapan
jenis hubungan antara unsur –unsur yang berkaitan, seperti perbedaan,
pertentangan, atau saling menunjang
e) Menelaah
hukum, rumus, dalis, prinsip, atau generalisasi yang mungkin digunakan untuk
menjelaskan bahan atau materi
f) Menarik
perhatian peserta didik, jadi diusahakan materi menarik sehingga dapat
menumbuhkan perhatian dan motivasi peserta didik
2)
Merencanakan saluran,
yaitu media atau alat yang digunakan untuk menjelaskan. Jika dalam menjelaskan
lebih memfokuskan pada penjelasan lisan (verbal), maka yang harus diperhatikan
antara lain: kejelasan, semantik, dan artikulasi.
3)
Menganalisis
karakteristik peserta didik, dari berbagai macam karakteristik peserta didik
terdapat tipe-tipe peserta didik sebagai penerima pesan, antara lain:
a. Tipe
visual, yaitu unsur yang dominan penglihatan
b. Tipe
auditif, yaitu unsur yang dominan pendengarannya
c. Tipe
audio visual, yaitu merupakan gabungan antara penglihatan dan pendengaran
d. Tipe
kinestetik, yaitu peserta didik yang memiliki kelebihan dalam segi aktivitas
fisik
2.
Keterampilan melaksanakan penjelasan
Jelas
atau tidaknya materi yang disampaikan kepada peserta didik tergantung pada
tingkat kejelasan dari guru yang menyampaikan. Menurut Sukirman (2012, hlm. 252)
berpendapat bahwa “Terdapat unsur-unsur yang memeperjelas penyampaian materi
antara lain: kepasihan berbicara, penggunaan bahasa yang baik dan benar,
susunan kalimat, penggunaan istilah yang sesuai dengan, pembendaharaan bahasa
yang dimiliki siswa.”
Selain
itu, Alma (2009, hlm. 15) mengungkapkan “Kriteria yang menjadi penentu
keterampilan menjelaskan yaitu: Clarity,
Ilustration and examples, Emphasis, Feed Back.”
1) Clarity
(kejelasan) yang meliputi kejelasan penggunaan bahasa secara fasih, kejelasan
dalam menyatakan suatu ide dan upaya untuk menghindari kekaburan. Saat
menerangkan diusahakan menghindari berbicara seperti: “hm”, “aa” dan istilah
lainnya yang tidak dimengerti peserta didik.
2) Ilustration and examples
(pemberian ilustrasi dan contoh). Ilustrasi merupakan penggambaran dari ide
yang telah disampaikan dan contoh diberikan untuk untuk mengkonkritkan
ilustrasi yang diberikan.
3) Emphasis
(penekanan), dilakukan dalam bentuk penggunaan variasi suara (nada, volume),
isyarat (symbol, gerakan), dan penggunaan media/ sumber pengajaran. Penegasan
atau pengarahan yang dilakukan dengan cara pengulangan, pengambilan kesimpulan
yang dilakukan pada setiap akhir dari sesuatu yang disampaikan. Contoh saat
menjelaskan dengan memberi penekanan, pada bagian yang penting, seperti
“perhatikan dengan baik, anak-anak. Bagian ini agak sulit.”
4)
Feed
Back (pengambilan umpan balik) dengan
penjelasan yang telah diberikan, guru hendaknya memberikan kesempaatn kepada
peserta didik untuk mengajukan pemahaman, keraguan atau ketidakjelasan materi
yang telah disampaikan. Hal yang harus dilakukan dengan bertanya kepada peserta
didik “Apakah kalian sudah mengerti dengan penjelasan Ibu Elis tadi?” atau
bertanya yang lainnya.
D. Tahap-Tahap
Keterampilan Menjelaskan
Menurut Burhanuddin
(2017, hlm.2) mengemukakan bahwa “tahap-tahap dalam keterampilan menjelaskan,
antara lain: menyampaikan informasi, isi yang disampaikan menunjukkan ‘apa’
atau ‘bagaimana’, isi yang disampaikan menunjukkan ‘mengapa’ atau ‘untuk apa’,
memberi motivasi, mengajukan pendapat pribadi, pemberian contoh, tahap
latihan.”
a. Menyampaikan Informasi
Menyampaikan informasi diartikan memberitahu
tentang materi atau informasi yang belum diketahui sebelumnya oleh peserta
didik, informasi tersebut memuat tentang fakta, dan memberikan arahan serta
disampaikan hanya untuk diketahui saja, dalam pelajaran menyampikan informasi
berarti memberitahu tentang definisi atau pengertian dasar tentang materi yang
akan diajarkan. Contoh: Bupati adalah pemimpin pemerintah daerah di wilayah
kabupaten.
b. Isi yang disampaikan menunjukkan “apa” atau
“bagaimana”
Guru mencoba untuk menguraikan
istilah-istilah yang belum dikenal peserta didik juga menguraikan pembelajaran
baru dengan cara dikaitkan dengan pengalaman peserta didik . Jadi, dalam hal
ini bersifat tentang pengertian ataupun istilah. Contoh: arti pengertian
“desa”, atau cara menanam pohon.
c. Isi yang disampaikan menunjukkan “mengapa”
atau “untuk apa”
Menjelaskan untuk menunjukkan hubungan atau
korelasi antara dua hal yang berkaitan atau lebih dan menunjukkan suatu
kausalitas (sebab-akibat). Contoh: Mengapa perlu adanya jadwal piket
membereskan kelas?.
d. Memberi motivasi
Motivasi berarti memberikan penguatan atau
memberi semangat agar menimbulkan minat. Saat memberikan motivasi, guru harus
menunjukkan mengapa bahan pelajaran ini harus dipelajari, apa gunanya dan untuk
apa kenapa harus diketahui.
e. Mengajukan pendapat pribadi
Selain dari teori yang diberikan, sebaiknya
guru juga memiliki pendapat pribadi mengenai yang dijelaskan, dengan mengawali
pembicaraan menggunakan “menurut pendapat saya sendiri” juga disertai data pendukung
dari pendapat yang diajukan.
f.
Pemberian contoh
Dalam kegiatan menjelaskan, pemberian contoh
kongkret atau contoh nyata agar peserta didik lebih paham mengenai materi yang
dijelaskan.
g. Tahap akhir dalam kegiatan menjelaskan adalah
tahap latihan
Setelah selesai menjelaskan, tahap
selanjutnya yaitu tahap latihan dengan secara individu atau dengan bimbingan
guru mencari hubungan sebab-akibat pada peristiwa yang lainnya.
E. Prinsip
Keterampilan Menjelaskan
Menurut Kamulyan (2014) mengemukakan
pendapat mengenai prinsip-prinsip, yaitu:
1. Menjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan
dan karakteristik peserta didik.
Maksudnya, guru atau seseorang yang
mejelaskan harus menyesuaikan variasi kata, intonasi, dan karakteristik peserta
didik, seperti: visual, audio, audio visual, atau kinestetik.
2. Penjelasan harus diselingi tanya jawab
Maksudnya, untuk memastikan informasi yang
diterima dapat dimengerti oleh pendengar (peserta didik).
3. Materi penjelasan harus dikuasi secara baik
oleh guru.
Maksudnya, guru harus benar-benar menguasai
apa yang akan disampaikannya kepada peserta didik, hal ini juga mempengaruhi
terhadap penyampaian yang tidak terbata-bata.
4. Penjelasan harus sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Maksudnya, penjelasan tidak keluar dari yang
akan dipelajari dan tujuan pembelajarannya tercapai.
5. Materi penjelasan harus bermanfaat dan
bermakna bagi peserta didik.
Maksudnya, penjelasan ini bukan sekedar
bercerita tetapi ada nilai yang bermanfaat bagi peserta didik.
6. Dapat menjelaskan harus disertai dengan
contoh-contoh yang konkrit dan dihubungkan dengan kehidupan. (hlm. 49)
Maksudnya, karena peserta didik di SD masih
dalam tahap perkembangan operasional konkrit, sehingga untuk menjelaskan
sesuatu dibutuhkan contoh nyata agar dapat dipahami
F. Panduan
Keterampilan Menjelaskan
Sherington (2013) mengemukakan bahwa panduan
keterampilan
menjelaskan, antara lain:
1)
Make
connections from abstract ideas to everyday life. Pendapat
tersebut diartikan menghubungkan ide abstrak pada kehidupan sehari-hari.
2)
Show
it in action artinya lakukan dengan aksi. Guru tidak hanya diam di depan kelas
ketika menjelaskan, tetapi harus ada aksi yang dilakukan seperti berjalan
diantara peserta didik atau melakukan demonstrasi.
3)
Use
models. Gunakan model pembelajaran yang dirasa
cocok ketika menjelaskan. Ada beberapa model pembelajaran yang dapat dipakai
seperti kooperatif, STEM, CTL dan lainnya
4)
Use
pictures and diagrams. Gunakan gambar atau
diagram yang sesuai dengan materi yang dijelaskan
5)
Analogies
(analogi)
Selain itu Elmansy (2015)
mengemukakan “Visualizing ideas through
mind mapping help students to think better and separate complex problem into
simpler topics.” Pendapat tersebut diartikan memvisualisasikan ide melalui
peta pikiran membantu siswa berpikir lebih baik dan memisahkan masalah kompleks
menjadi lebih sederhana.
G. Kelebihan
dan Hambatan
1.
Kelebihan keterampilan menjelaskan
Menurut Burhanuddin (2017) mengemukakan
bahwa kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan, anatara lain:
1) Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan
peserta didik dalam menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.
2) Lebih mudah dalam memancing meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan
yang didasarkan atas informasi yang lengkap dan relevan.
3) Mendorong peserta didik untuk mengembangkan
ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.
4) Dapat mengatasi masalah pembelajaran yang
ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.
5) Merupakan cara yang lebih mudah saat guru
akan memulai mengenal materi.
6) Dapat meningkatkan analisis guru terhadap
teori yang sedang disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita
dengan analisa yang lebih mendalam.
2.
Hambatan Keterampilan
Menjelaskan
Menurut Burhanuddin (2017)
mengemukakan bahwa kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan, anatara lain:
1)
Bila menjelaskan
dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi karakteristik yang
aiditif (mendengarkan) dan akhirnya menjadi peserta didik yang pasif.
2)
Bila menjelaskan terlalu
lama, cenderung membuat keadaan kelas menjadi membosankan.
3)
Bila menjelaskan terlalu
lama, waktu untuk berdiskusi semakin sedikit.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keterampilan
menjelaskan pada dasarnya adalah mengorganisasikan isi pelajaran dalam urutan
yang terencana sehingga dengan mudah dapat diahami oleh siswa. Dalam teori lain
keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi lisan yang diiorganisasikan
secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, sebab akibat, atau
antara yang diketahui dengan yang belum diketahui. Keterampilan menjelaskan ini
tentu memiliki tujuan, diantaranya:
1.
Membimbing siswa agar memahami dengan jelas.
2.
Membimbing siswa memahami konsep, hukum, dalil dan
unsur-unsur yang terkait dengan sesuatu yang dijelaskan secara obejektif dan
bernalar.
3.
Meningatkan aktivitas dan kreativitas siswa dalam
memecahkan masalah melalui penerapan cara berpikir secara kritis, analitis,
logis dan sistematis
4.
Membantu memenuhi rasa ingin tahu siswa.
5.
Mendapatkan balikan dari siswa tentang pemahaman
terhadap sesuatu yang dijelaskan.
B. Saran
Bagi pembaca di harapkan dapat
menambah sedikit wawasan yang dimiliki setelah membaca isi makalah ini dan
mampu memberikan informasi kepada orang lain mengenai “Keterampilan Menjelaskan
(Explaining Skills)”. Serta direkomendasikan kepada pembaca untuk memanfaatkan
makalah ini dengan baik. Jadikan makalah ini sebagai referensi dalam kajian /
pembuatan karya tulis lainnya.
