Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KETERAMPILAN MENJELASKAN (EXPLANING SKILLS)



KETERAMPILAN MENJELASKAN (EXPLANING SKILLS)

MAKALAH

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pembelajaran Mikro
Dosen Pengampu:
Drs. H. Ahmad Mulyadiprana, M.Pd.
M. Rijal Wahid Muharram, M.Pd.










Disusun oleh:
Kelompok 2
Elis Nurul Huda
(1601005)
Risma Mutmainah
(1605791)
Rizal Ali Nurdin
(107335))
Wina Amalia
(1600094)
Kelas 3A-PGSD







PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS TASIKMALAYA
2019


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Keterampilan Menjelaskan (Explaining Skills)” ini pada waktunya. Walaupun hasilnya masih jauh dari apa yang menjadi harapan Bapak selaku Dosen Mata Kuliah Pembelajaran Mikro. Namun sebagai awal pembelajaran dan agar menambah spirit dalam mencari pengetahuan yang luas dilapangan, bukan sebuah kesalahan jika kami mengucapkan kata syukur.
Kesalahan yang terdapat di dalam makalah ini jelas ada. Namun bukanlah kesalahan yang tersengaja, melainkan karena kekhilafan dan kelupaan dari kami selaku penyusun. Dari semua kelemahan kami, kirannya dapat dimaklumi.
Terimakasih kami ucapkan pula kepada dosen Mata Kuliah Pembelajaran Mikro beserta teman-teman yang telah memberikan banyak saran dan pengetahuannya sehingga menambah hal baru bagi kami. Terutama sumbangannya dalam hal materil berupa referensi mengenai “Keterampilan Menjelaskan (Explaining Skills)”.
Demikian harapan kami, semoga hasil pengkajian ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan menambah referensi sekaligus ilmu pengetahuan yang baru pula. Amin.
Akhirnya segala kritik dan saran yang positif selalu kami harapkan untuk menambah kesempurnaan makalah ini. Semoga bermanfaat.

Tasikmalaya, 15 Februari 2019




                                                                        Penyusun




BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang


Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya. Belajar juga merupakan suatu kegiatan konstruktivisme dimana siswa merpakan subjek belajaraktif yang menciptakan struktur-struktur kognitifnya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan (Vygotsky, 1978).

Belajar tentu tidak akan terlepas dari adanya proses pembelajaran, sehingga dalam konteks ini pembelajaran dan belajar memiliki keterkaitan satu sama lain. Dimana pembelajaran merupakan suatu proses yang komplek, dalam pembelajaran menyatakan komponen-komponen pembelajaran secara terintegrasi antara lain seperti tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus di capai siswa, materi yang akan menjadi bahan ajar bagi siswa, metode, media dan sumber pembelajaran, evaluasi, siswa, guru dan lingkungan pembelajaran lainya. Dari semua unsur pembelajaran tersebut masing-masing memiliki karakteristik yang khusus dan antara satu komponen dengan komponen lain saling terkait dan mempengruhi dalam suatu proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang diharapkan. Sejalan dengan itu, dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 20 menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Sejalan dengan itu, kita sebagai calon guru tidak cukup untuk menguasai materi pembelajaran saja, akan tetapi perlu ditunjang dengan kemampuan dan keterampilan lain sesuai dengan unsur-unsur yang terkait dengan sistem dan proses pembelajaran. Maka dalam pembelajaran Mikro seorang calon guru tidak hanya diberikan pemahaman untuk menguasai materi atau bahan ajar saja, tetapi keterampilan-keterampilan dasar dalam mengajar juga di ajarkan. Selain itu, yang menjadi latar belakang adanya pembelajaran ini adalah sebagai salah satu pendekatan dalam mempersiapkan, membina dan meningkatkan kemampuan guru secara lebih profesional. Dengan demikian, berbagai keterampilan-keterampilan mengajar dapat diketahui bahkan dikuasi oleh seorang guru untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih baik, khususnya sebagai guru yang profesional.

Keterampilan mengajar tentu ada beberapa bagian, salah satunya adanya keterampilan dalam menjelaskan. Keterampilan menjelaskan ini akan menjadi topik pembahasan utama dalam makalah ini. Maka dari itu, perlu kita ketahui bahwa dalam proses pembelajaran tentunya kita harus memahami dan mengetahui keterampilan-keterampilan dalam menjelaskan.

B.     Rumusan Masalah


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat ditentukan permasalahan-permasalahan keterampilan menjelaskan, diantaranya:
1.      Apa pengertian keterampilan menjelaskan.
2.      Bagaimana tujuan keterampilan menjelaskan.
3.      Apa saja unsur-unsur dalam keterampilan menjelaskan.
4.      Bagaimana tahap-tahap dalam keterampilan menjelaskan
5.      Bagaimana prinsip keterapilan menjelaskan.
6.      Bagaimana panduan keterampilan menjelaskan.
7.      Apa saja kelebihan dan hambatan keterampilan menjelaskan.

C.    Tujuan Penulisan Makalah


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat ditentukan tujuan dari penulisan makalah ini, diantaranya:
1.      Mengetahui pengertian keterampilan menjelaskan.
2.      Mengetahui tujuan keterampilan menjelaskan.
3.      Mengetahui unsur-unsur dalam keterampilan menjelaskan.
4.      Mengetahui tahap-tahap dalam keterampilan menjelaskan
5.      Memahami prinsip keterapilan menjelaskan.
6.      Mengetahui panduan keterampilan menjelaskan.
7.      Mengetahui kelebihan dan hambatan keterampilan menjelaskan.

D.    Metode Penulisan Makalah

Metode penulisan dalam penyelesaian penyususnan makalah ini menggunakan metode studi literatur yaitu buku yang berkaitan dengan pembahasan materi makalah ini dan media sosial di internet yang masih ada hubungannya dengan materi yang dibahas.


BAB II

PEMBAHASAN


A.    Pengertian Keterampilan Menjelaskan


Pengertian menjelaskan menurut Udin (dalam Mazidah, 2016, hlm. 9) bahwa “secara estimologis kata ‘menjelaskan’ bermakna membuat sesuatu menjadi jelas.” Sedangkan pengertian menjelaskan menurut A’yun (2017, hlm.1) mengemukakan bahwa “Menjelaskan merupakan mendeskripsikan secara lisan tentang suatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan kenyataan.” Selain itu, Widiastuti (dalam  Gusra & Cahya, 2012, hlm.7) mengemukakan pengertian keterampilan bahwa “Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat.”

Pengertian keterampilan menjelaskan (Explaining Skills) menurut Saud (dalam Wardani, 2017) mengemukakan bahwa:
Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran adalah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya, misalnya sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuau yang belum diketahui. (hlm.1)

Selain dari pendapat di atas, Yusuf (2014) mengemukakan pengertian explaining skills bahwa
Explanation also called presentation means to explain or to give understanding to another person. Explanation skills deal with the ability to use verbal and non-verbal cues at appropriate times in a lesson. Concerns explaining, narrating, giving appropriate illustrations, examples, and planned repetition where necessary. (hlm.2)

Pendapat di atas diterjemahkan ke bahasa Indonesia yaitu, penjelasan juga disebut presentasi artinya menjelaskan atau memberi pengertian kepada orang lain. Keterampilan penjelasan berhubungan dengan kemampuan untuk menggunakan isyarat verbal dan non-verbal pada waktu yang tepat dalam suatu pelajaran. Saat menjelaskan penting untuk menceritakan, memberikan ilustrasi, memberi contoh, dan pengulangan yang sesuai jika perlu.

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari keterampilan menjelaskan yaitu menyajikan informasi secara sistematis menggunakan isyarat verbal dan non-verbal untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian lainnya, saat menjelaskan hal penting bisa memberikan ilustrasi, contoh, dan pengulangan yang sesuai jika perlu.


Tidak semua cerita itu sama dengan menjelaskan. Di dalam menjelaskan terjadi proses interaksi edukatif yang melibatkan kemampuan kognitif peserta didik untuk memahami cerita. Contoh: Ibu Elis menjelaskan pengalamannya saat pergi ke Garut, beliau pergi ke Talaga Bodas, Darajat Pass, dan Karacak Valley. Sedangkan  Ibu Wina menjelaskan pada hari libur tahun baru, harga barang kebutuhan sehari-hari naik, karena banyak orang yang mengadakan pesta perayaann pergantian tahun. Dari contoh tersebut menggunakan istilah menjelaskan yang berbeda. Yang pertama mempunyai arti melukiskan gambaran keadaan peristiwa di Garut, sedangkan yang kedua mempunyai arti “mengungkapakan sebab-akibat.” Kedua istilah itu menggunakan informasi lisan yang diberikan oleh guru kepada peserta didik. Penjelasan yang kedua, guru mengorganisasikan bahan pelajaran, sehingga peserta didik diberi sajian bahan pelajaran yang telah direncanakan, seperti kenaikan harga belajar sebab-akibat, sehingga peserta didik dapat memahami apa yang telah dijelaskan, tentu saja hal ini menjadi keberhasilan guru dalam keterampilan menjelaskan. Pendapat tersebut sesuai dengan Saiful (dalam dalam Mazidah, 2016, hlm. 11) mengemukakan bahwa “Keberhasilan guru menjelaskan ditentukan oleh tingkat pemahaman yang ditentukan anak didik

B.     Tujuan Keterampilan Menjelaskan


Pembelajaran yang berkualitas yaitu dengan adanya penerapan konsep yang telah dikuasai oleh peserta didik dapat diaplikasikan ke dalam kegiatan lain yang terkait pada situasi lain atau kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu keterampilan menjelaskan menjadi hal penting, Sukirman (2012) mengemukakan tujuan keterampilan menjelaskan sebagai upaya:
a.       Untuk membimbing peserta didik memahami dengan jelas terhadap sesuatu yang dipelajari.
b.      Untuk membimbing peserta didik memahami konsep, hukum, dalil dan unsur-unsur yang terkait dengan sesuatu yang dijelaskan secara objektif dan bernalar.
c.       Untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik dalam memecahkan masalah melalui penerapan cara berpikir secara kritis, analitis, logis dan sistematis.
d.      Untuk membantu memenuhi rasa ingin tahu peserta didik (quriousity) terhadap sesuatu permasalahan yang dipelajari/dihadapi.
e.       Untuk mendapatkan balikan dari peserta didik tentang pemahamannya terhadap sesuatu yang dijelaskan. (hlm.249)

C.    Unsur-Unsur Keterampilan Menjelaskan


Menurut Sukirman (2012, hlm. 251) berpendapat bahwa “Dua unsur pokok yang harus dikuasi guru untuk keterampilan menjelaskan, yaitu: keterampilan merencanakan penjelasan, dan keterampilan menyajikan penjelasan itu sendiri.”
1.      Keterampilan merencanakan penjelasan
Keterampilan menjelaskan sangat berhubungan dengan keterampilan mengomunikasikan. Dalam mengomunikasikan pembelajaran ada tiga komponen utama yang harus diperhatikan antara lain:
1)      Merencanakan pesan (materi) yang akan dijelaskan, harus memenuhi beberapa unsur yaitu:
a)      Validitas isi, yaitu materi yang dijelaskan sudah teruji kebenarannya
b)      Kelayakan isi, dilihat dari tingkat kesulitan dan kemudahan isi materi yang disampaikan
c)      Menganalisis masalah yang terdapat dalam materi yang akan dijelaskan
d)      Penetapan jenis hubungan antara unsur –unsur yang berkaitan, seperti perbedaan, pertentangan, atau saling menunjang
e)      Menelaah hukum, rumus, dalis, prinsip, atau generalisasi yang mungkin digunakan untuk menjelaskan bahan atau materi
f)       Menarik perhatian peserta didik, jadi diusahakan materi menarik sehingga dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi peserta didik
2)        Merencanakan saluran, yaitu media atau alat yang digunakan untuk menjelaskan. Jika dalam menjelaskan lebih memfokuskan pada penjelasan lisan (verbal), maka yang harus diperhatikan antara lain: kejelasan, semantik, dan artikulasi.
3)        Menganalisis karakteristik peserta didik, dari berbagai macam karakteristik peserta didik terdapat tipe-tipe peserta didik sebagai penerima pesan, antara lain:
a.       Tipe visual, yaitu unsur yang dominan penglihatan
b.      Tipe auditif, yaitu unsur yang dominan pendengarannya
c.       Tipe audio visual, yaitu merupakan gabungan antara penglihatan dan pendengaran
d.      Tipe kinestetik, yaitu peserta didik yang memiliki kelebihan dalam segi aktivitas fisik
2.      Keterampilan melaksanakan penjelasan
Jelas atau tidaknya materi yang disampaikan kepada peserta didik tergantung pada tingkat kejelasan dari guru yang menyampaikan. Menurut Sukirman (2012, hlm. 252) berpendapat bahwa “Terdapat unsur-unsur yang memeperjelas penyampaian materi antara lain: kepasihan berbicara, penggunaan bahasa yang baik dan benar, susunan kalimat, penggunaan istilah yang sesuai dengan, pembendaharaan bahasa yang dimiliki siswa.”
Selain itu, Alma (2009, hlm. 15) mengungkapkan “Kriteria yang menjadi penentu keterampilan menjelaskan yaitu: Clarity, Ilustration and examples, Emphasis, Feed Back.”
1)      Clarity (kejelasan) yang meliputi kejelasan penggunaan bahasa secara fasih, kejelasan dalam menyatakan suatu ide dan upaya untuk menghindari kekaburan. Saat menerangkan diusahakan menghindari berbicara seperti: “hm”, “aa” dan istilah lainnya yang tidak dimengerti peserta didik.
2)      Ilustration and examples (pemberian ilustrasi dan contoh). Ilustrasi merupakan penggambaran dari ide yang telah disampaikan dan contoh diberikan untuk untuk mengkonkritkan ilustrasi yang diberikan.
3)       Emphasis (penekanan), dilakukan dalam bentuk penggunaan variasi suara (nada, volume), isyarat (symbol, gerakan), dan penggunaan media/ sumber pengajaran. Penegasan atau pengarahan yang dilakukan dengan cara pengulangan, pengambilan kesimpulan yang dilakukan pada setiap akhir dari sesuatu yang disampaikan. Contoh saat menjelaskan dengan memberi penekanan, pada bagian yang penting, seperti “perhatikan dengan baik, anak-anak. Bagian ini agak sulit.”
4)      Feed Back (pengambilan umpan balik) dengan penjelasan yang telah diberikan, guru hendaknya memberikan kesempaatn kepada peserta didik untuk mengajukan pemahaman, keraguan atau ketidakjelasan materi yang telah disampaikan. Hal yang harus dilakukan dengan bertanya kepada peserta didik “Apakah kalian sudah mengerti dengan penjelasan Ibu Elis tadi?” atau bertanya yang lainnya.

D.    Tahap-Tahap Keterampilan Menjelaskan


Menurut Burhanuddin (2017, hlm.2) mengemukakan bahwa “tahap-tahap dalam keterampilan menjelaskan, antara lain: menyampaikan informasi, isi yang disampaikan menunjukkan ‘apa’ atau ‘bagaimana’, isi yang disampaikan menunjukkan ‘mengapa’ atau ‘untuk apa’, memberi motivasi, mengajukan pendapat pribadi, pemberian contoh, tahap latihan.”
a.       Menyampaikan Informasi
Menyampaikan informasi diartikan memberitahu tentang materi atau informasi yang belum diketahui sebelumnya oleh peserta didik, informasi tersebut memuat tentang fakta, dan memberikan arahan serta disampaikan hanya untuk diketahui saja, dalam pelajaran menyampikan informasi berarti memberitahu tentang definisi atau pengertian dasar tentang materi yang akan diajarkan. Contoh: Bupati adalah pemimpin pemerintah daerah di wilayah kabupaten.
b.      Isi yang disampaikan menunjukkan “apa” atau “bagaimana”
Guru mencoba untuk menguraikan istilah-istilah yang belum dikenal peserta didik juga menguraikan pembelajaran baru dengan cara dikaitkan dengan pengalaman peserta didik . Jadi, dalam hal ini bersifat tentang pengertian ataupun istilah. Contoh: arti pengertian “desa”, atau cara menanam pohon.
c.       Isi yang disampaikan menunjukkan “mengapa” atau “untuk apa”
Menjelaskan untuk menunjukkan hubungan atau korelasi antara dua hal yang berkaitan atau lebih dan menunjukkan suatu kausalitas (sebab-akibat). Contoh: Mengapa perlu adanya jadwal piket membereskan kelas?.
d.      Memberi motivasi
Motivasi berarti memberikan penguatan atau memberi semangat agar menimbulkan minat. Saat memberikan motivasi, guru harus menunjukkan mengapa bahan pelajaran ini harus dipelajari, apa gunanya dan untuk apa kenapa harus diketahui.
e.       Mengajukan pendapat pribadi
Selain dari teori yang diberikan, sebaiknya guru juga memiliki pendapat pribadi mengenai yang dijelaskan, dengan mengawali pembicaraan menggunakan “menurut pendapat saya sendiri” juga disertai data pendukung dari pendapat yang diajukan.
f.        Pemberian contoh
Dalam kegiatan menjelaskan, pemberian contoh kongkret atau contoh nyata agar peserta didik lebih paham mengenai materi yang dijelaskan.
g.      Tahap akhir dalam kegiatan menjelaskan adalah tahap latihan
Setelah selesai menjelaskan, tahap selanjutnya yaitu tahap latihan dengan secara individu atau dengan bimbingan guru mencari hubungan sebab-akibat pada peristiwa yang lainnya.

E.     Prinsip Keterampilan Menjelaskan


Menurut Kamulyan (2014) mengemukakan pendapat mengenai prinsip-prinsip, yaitu:
1.      Menjelasan harus disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.
Maksudnya, guru atau seseorang yang mejelaskan harus menyesuaikan variasi kata, intonasi, dan karakteristik peserta didik, seperti: visual, audio, audio visual, atau kinestetik.
2.      Penjelasan harus diselingi tanya jawab
Maksudnya, untuk memastikan informasi yang diterima dapat dimengerti oleh pendengar (peserta didik).
3.      Materi penjelasan harus dikuasi secara baik oleh guru.
Maksudnya, guru harus benar-benar menguasai apa yang akan disampaikannya kepada peserta didik, hal ini juga mempengaruhi terhadap penyampaian yang tidak terbata-bata. 
4.      Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Maksudnya, penjelasan tidak keluar dari yang akan dipelajari dan tujuan pembelajarannya tercapai.
5.      Materi penjelasan harus bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik.
Maksudnya, penjelasan ini bukan sekedar bercerita tetapi ada nilai yang bermanfaat bagi peserta didik.
6.      Dapat menjelaskan harus disertai dengan contoh-contoh yang konkrit dan dihubungkan dengan kehidupan. (hlm. 49)
Maksudnya, karena peserta didik di SD masih dalam tahap perkembangan operasional konkrit, sehingga untuk menjelaskan sesuatu dibutuhkan contoh nyata agar dapat dipahami

F.     Panduan Keterampilan Menjelaskan


Sherington (2013) mengemukakan bahwa panduan keterampilan menjelaskan, antara lain:
1)             Make connections from abstract ideas to everyday life. Pendapat tersebut diartikan menghubungkan ide abstrak pada kehidupan sehari-hari.
2)             Show it in action artinya lakukan dengan aksi. Guru tidak hanya diam di depan kelas ketika menjelaskan, tetapi harus ada aksi yang dilakukan seperti berjalan diantara peserta didik atau melakukan demonstrasi.
3)             Use models. Gunakan model pembelajaran yang dirasa cocok ketika menjelaskan. Ada beberapa model pembelajaran yang dapat dipakai seperti kooperatif, STEM, CTL dan lainnya
4)             Use pictures and diagrams. Gunakan gambar atau diagram yang sesuai dengan materi yang dijelaskan
5)             Analogies (analogi)

Selain itu Elmansy (2015) mengemukakan “Visualizing ideas through mind mapping help students to think better and separate complex problem into simpler topics.” Pendapat tersebut diartikan memvisualisasikan ide melalui peta pikiran membantu siswa berpikir lebih baik dan memisahkan masalah kompleks menjadi lebih sederhana.

G.    Kelebihan dan Hambatan


1.      Kelebihan keterampilan menjelaskan
       Menurut Burhanuddin (2017) mengemukakan bahwa kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan, anatara lain:
1)      Lebih mudah dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menemukan, mengorganisasi, dan menilai informasi yang diterima.
2)      Lebih mudah dalam memancing meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membentuk dan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan atas informasi yang lengkap dan relevan.
3)      Mendorong peserta didik untuk mengembangkan ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.
4)      Dapat mengatasi masalah pembelajaran yang ide-ide dan mengemukakan ide-ide tersebut.
5)      Merupakan cara yang lebih mudah saat guru akan memulai mengenal materi.
6)      Dapat meningkatkan analisis guru terhadap teori yang sedang disampaikan dan guru menjadi benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam.

2.      Hambatan Keterampilan Menjelaskan
     Menurut Burhanuddin (2017) mengemukakan bahwa kelebihan penerapan keterampilan menjelaskan, anatara lain:
1)   Bila menjelaskan dilakukan terlalu lama, peserta didik cenderung menjadi karakteristik yang aiditif (mendengarkan) dan akhirnya menjadi peserta didik yang pasif.
2)   Bila menjelaskan terlalu lama, cenderung membuat keadaan kelas menjadi membosankan.
3)   Bila menjelaskan terlalu lama, waktu untuk berdiskusi semakin sedikit.


BAB III

PENUTUP


A.    Kesimpulan


Keterampilan menjelaskan pada dasarnya adalah mengorganisasikan isi pelajaran dalam urutan yang terencana sehingga dengan mudah dapat diahami oleh siswa. Dalam teori lain keterampilan menjelaskan adalah penyajian informasi lisan yang diiorganisasikan secara sistematik yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan, sebab akibat, atau antara yang diketahui dengan yang belum diketahui. Keterampilan menjelaskan ini tentu memiliki tujuan, diantaranya:
1.      Membimbing siswa agar memahami dengan jelas.
2.      Membimbing siswa memahami konsep, hukum, dalil dan unsur-unsur yang terkait dengan sesuatu yang dijelaskan secara obejektif dan bernalar.
3.      Meningatkan aktivitas dan kreativitas siswa dalam memecahkan masalah melalui penerapan cara berpikir secara kritis, analitis, logis dan sistematis
4.      Membantu memenuhi rasa ingin tahu siswa.
5.      Mendapatkan balikan dari siswa tentang pemahaman terhadap sesuatu yang dijelaskan.

B.     Saran


Bagi pembaca di harapkan dapat menambah sedikit wawasan yang dimiliki setelah membaca isi makalah ini dan mampu memberikan informasi kepada orang lain mengenai “Keterampilan Menjelaskan (Explaining Skills)”. Serta direkomendasikan kepada pembaca untuk memanfaatkan makalah ini dengan baik. Jadikan makalah ini sebagai referensi dalam kajian / pembuatan karya tulis lainnya.