CERITA REMBULAN
Etah, saat ini rembulan malam tengah meredupkan cahaya nya. Mengurangi aura kasih yang biasa terurai dalam setiap sorotannya. Sepertinya, hal itu mengajakku tuk menikamati redupnya malam ini. Tak ada yang ingin berkontraksi. Semua ini ingin ditinggalkan dan diberikan pada yang seharusnya. Yang jelas bukan pada diri saya, melainkan pada orang- orang yang semestinya menjalankan semua itu. Cahaya rembulan ini mendukungku untuk semakin protes akan semua hal yang terjadi saat ini. Protes akan ketidaknyamanan yang kini tengah tumbuh membara dalam hati. Ingin rasanya diri ini menikmati masa-masa hidup ini seperti orang sewajarnya. Tak banyak tuntutan, tak banyak pelemparan tugas dan lain sebagainya.. Ahhhhhh sudahlah. Mungkin semua ini efek dari akibat yang mungkin pernah diri lakukan. Tubuh melemah, jiwa tertekan, dan situasi yang semakin mencekam. Ada rasa yang muncul tiap waktu, namun mulut ini tak kuasa tuk mengungkapkan semua hal yang dirasakan. Cukup endapan dalam hati yang suatu saat terlupakan namun kembali tumbuh disaat luka yang sama kembali menghampiri.. Protes? Bosan? Kesal? Marah? Terserah anggapan kalian mau seperti apa.
Tasikmalaya, Januari 2019
