PERMINTAAN TANPA PENGHAYATAN ARTI
Secarik kertas itu kian lusuh dimakan debu
Diterpa badai kaki tak bertuah
Seperti gemparan badai pasir yang menerjang mina
Sampai tak ada yang rela tuk terjun melawan badai
Hari-hari kian berlalu
Meninggalkan banyak cerita dalam memori otak ini
Memang, tak semua cerita mampu ku ungkapkan dalam untaian kata
Sebab, putaran cerita dalam memori otak tak mampu tuk diungkapkan
Kini, bukan saatnya tuk menyalahkan
Tapi kini, saatnya tuk menghayati arti dari setiap kata
Bukan tuk diterjemahkan
Tapi pahami, makna dari setiap kata
Lantas...
Bolehkah diri ini berontak
Melawan kata yang tak usung menggoreskan luka?
Lalu????
Apakah diri ini salah
Menyampaikan isi hati tuk melawan keogoisan pikir
Mungkin.....
Semua ini tak ada yang patut tuk dipersalahkan
Tapi....
Semua ini patut tuk di pelajari
Cukup dengan senyum kecil tuk mengobati segala rasa ini
Diterpa badai kaki tak bertuah
Seperti gemparan badai pasir yang menerjang mina
Sampai tak ada yang rela tuk terjun melawan badai
Hari-hari kian berlalu
Meninggalkan banyak cerita dalam memori otak ini
Memang, tak semua cerita mampu ku ungkapkan dalam untaian kata
Sebab, putaran cerita dalam memori otak tak mampu tuk diungkapkan
Kini, bukan saatnya tuk menyalahkan
Tapi kini, saatnya tuk menghayati arti dari setiap kata
Bukan tuk diterjemahkan
Tapi pahami, makna dari setiap kata
Lantas...
Bolehkah diri ini berontak
Melawan kata yang tak usung menggoreskan luka?
Lalu????
Apakah diri ini salah
Menyampaikan isi hati tuk melawan keogoisan pikir
Mungkin.....
Semua ini tak ada yang patut tuk dipersalahkan
Tapi....
Semua ini patut tuk di pelajari
Cukup dengan senyum kecil tuk mengobati segala rasa ini
Tasikmalaya, 6 September 2018