PERMAINAN RASA DALAM HATI
Terkadang, aku ingin membedah semua rasa yang ada dalam kata *cinta. Biar tak ada lagi orang yang terluka karena *cinta. Sebab ada *cinta yang menimbulkan dusta dalam kata. Ada *cinta yang menibulkan memar dalam raga. Ada *cinta yang menimbulkan kedzaliman dalam diri. Ada *cinta yang menimbulkan luka dalam hati. Dan ada *cinta yang menhilangkan profesionalitas.
Memang tak pantas diri ini tuk membahas *cinta. Karena aku bukan seorang dokter *cinta. Tapi aku tak kuasa, membiarkan orang terjerembab dalam benteng kepaksaan dan tekanan. Ada banyak hal yang ingin ku bangun. Ada banyak hal yang ingin ku hapuskan. Ada banyak hal yang ingin ku nikmati. Tapi semua itu bagai manusia yang ingin menguasai bumi.
Entah salah atau tidak, diri ini membiarkan orang di sekitar terluka karena *cinta. Karena kini, ku hanya mampu menjadi pendengar sejati dengan sedikit saran. Tak mampu tuk turun karena itu bukan hak untuk diri ini. Ingin ku miliki semua solusi, agar tak ada yang terluka karena *cinta. Jika raga ini mampu menjadi malaikat *cinta. Ingin rasanya ku berikan kebahagiaan *cinta itu pada mereka.
Saat ini, diri ini lebih suka bermain kata dibanding bermain hati. Karena terkadang, hati ini lebih mudah untuk terluka daripada jari. Aku sukaa bermain rasa, tapi bukan rasa tuk menimbulkan kata baper. Ya! Aku takut, takut tuk jatuh cinta. Aku tak mau tuk meberikan kecewa. Aku juga tak mau tuk menimbulkan gelisah. Ku hanya ingin kebahagian tuk semua orang.