AKU DAN KOMUNITAS NGEJAH
AKU DAN KOMUNITAS NGEJAH
Sebuah
harapan sering terngiang di benak. Mewarnai setiap lamunan yang terjadi.
Terkadang, harapan itu larut dalam lamunan mimpi yang jauh. Sering ku terkecoh
dengan bisikan-bisikan kosong yang tak berarti. Ingin ku pergi tuk meninggalkan
semua bisikan-bisikan kosong itu. Namun, bisikan kosong itu seperti bayangan
yang selalu mengikuti kemanapun raga ini pergi. Ingin ku tenggelamkan semua
bisikan-bisikan kosong itu, namun diri ini tak mampu tuk menahaan
bisikan-bisikan kosong itu. Ingin ku bawa bisikan kosong itu ke sebuah
turnament tanpa laga. Ingin rasanya ku lemparkan bisikan kosong itu
sejauh-jauhnya. Biarkan aku tuk terlelap dengan mimpi-mimpi indahku. Berbagai
mimpi yang membawaku ke masa depan. Masa depan yang aku ukir dengan penuh
kepastian dan keyakinan. Masa dimana aku akan menikmati indahnya hasil dari
sebuah proses. Proses yang telah aku lewati di masa lalu. Seperti yang
diungkapkan oleh Charles Hummel bahwa “masa
lalu tidak dapat diraih kembali, kendati kita dapat belajar darinya; masa depan
memang belum kita miliki tapi kita harus merencanakannya. Saatnya adalah
sekarang, dan yang kita miliki hanyalah hari ini”. Dari situ kita belajar,
belajar memanfaatkan apa yang ada. Jangan seperti jejak di pasir, yang suatu
saat akan terhapus oleh aliran ombak yang menggebu-gebu.
Kini, bukan
saatnya membahas antara pasir dan ombak. Karena itu bukanlah perkara yang akan
dipertunjukkan. Aku pun bukan seorang saintis, yang harus memperdebatkan antara
ombak dan pasir. Sudahlah, karena ini bukan perkara antara ombak dan pasir.
Tapi ini perkara Aku dan Komunitas
Ngejah. Ya inilah cerita antara Aku dan Komunitas Ngejah.
Mungkin
semua orang tak mengenal aku, karena aku bukanlah seorang public pigur yang
digandrumi oleh khalayak umum. Tapi aku adalah seorang mahasiswa yang dulu
sempat berkecimpung dengan Komunitas Ngejah. Iya Komunitas Ngejah, mungkin hampir setiap orang tidak asing lagi
mendengar nama itu. Sebuah komunitas yang berdiri di daerah terpencil di Garut
Selatan, sebut saja nama daerahnya Singajaya. Ya disitu berdirilah sebuah
komunitas yang terkenal akan budaya literasinya. Sedikit cerita tentang
Komunitas Ngejah, Komunitas Ngejah adalah salah satu komunitas yang bergerak di
bidang literasi. Komuniatas yang membawa kemajuan dan perubahan pada daerahnya.
Bukan sekedar daerah, tapi di Komunitas ini juga terdapat orang-orang hebat
yang mungkin akan menginspirasi para kaum muda.
Siapa
sangka, sebuah komunitas yang berdiri di daerah terpiencil dan jauh dari
hiruk-pikuk bisingnya dunia perkotaan ini bisa membawa Indonesia ke kancra
Internasional. Berkat Komunitas Ngejah, kemajuan daerah semakin nampak
terlihat. Dimana secara kasat mata pribadi, minat baca masyarakat di daerah
tersebut meningkat. Bukan sekedar minat baca, namun prestasi-prestasi lain juga
sering bermunculan akhir-akhir ini.
Komunitas ini sangat terkenal akan budaya literasinya. Sehingga banyak
sekali yang tertarik dengan kehidupan di Komunitas Ngejah. Bahkan belum lama
ini ada salah satu mahasiswa UNPAD yang tertarik untuk melakukan penelitian
skripsinya disini.
Ada banyak
kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Ngejah. Mulaii dari kegiatan rutin
sampai kegiatan dadakan lainya. Banyak orang yang tertarik untuk mengikuti
kegiatan di Komunitas Ngejah ini, salah satu kegiatan yang menarik perhatian
khalayak umum adalah Pelatihan
jurnalistik dan Gerakan Kampung
Membaca. Dua kegiatan itu merupakan kegiatan yang sering menjadi trending
topik masyarakat. Selain dampaknya yang membangun, kegiatan ini juga dikemas
secara unik.
Kurang
lebih 6 tahun silam saya mulai mengenal Komunitas Ngejah ini. Selama saya
mengenal dan bersama Komunitas Ngejah, ada banyak kenangan-kenangan manis yang
sulit untuk dilupakan. Ya! Walaupun tidak seperti manisnya gula yang bisa
dimakan dan diemut-emut. Tapi disini, sejarah masa kecilku terukir.