Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Goresan Pemuda Dalam Sejarah Indonesia


Goresan Pemuda Dalam Sejarah
Risma Mutmainah
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya

Sejarah yang terukir dalam bangsa ini tak lepas dari peran para pemuda. Setiap sejarah yang terukir di negeri ini selalu ada  andil besar dari para pemuda. Dengan demikian, para pemuda merupakan sebuah agent of change bagi negeri ini. Kekuatan intelektual ini menjadi kekuatan muda yang mendorong para pemuda untuk tetap ikut andil dalam setiap tindakannya.
Setiap sejarah yang terukir, para pemuda bagaikan aktor utama yang memerani setiap goresan sejarah itu. Setiap tindakan para pemuda, dibekali dengan kekuatan-kekuatan intelektual yang dapat memberikan harapan-harapan baru bagi masyarakat untuk mengangkat harkat derajat bangsa ini.
Selain itu pula, banyak orang yang percaya bahwa pemuda pada dasarnya sosok yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Sosok yang akan memberikan pengabdian dan perubahan pada bangsa ini. Pada dasarnya pemudalah yang harus dan bertanggung jawab akan kemajuan bangsa ini.
Ada beberapa alasan yang tak dapat dipungkiri kenapa para pemuda memiliki tanggung jawab besar akan perubahan di negeri ini, diantaranya:
1.      Kemurnian dalam idealismenya.
2.      Keberanian dan keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru.
3.      Memiliki semangat dalam pengabdiannya.
4.      Spontanitas dan pengabdiannya yang tangguh.
5.      Memiliki inovasi dan mengembangkan kreativitasnya.
6.      Keinginannya untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru.
7.      Keteguhan pemuda dalam berjanji dan keinginan untuk menampilkan sikap dan kepribadiannya yang mandiri.
8.      Kelangkaan dalam pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap, dan tindakannya dengan kenyataan yang ada.

Dengan adanya beberapa alasan tersebut, semakin menguatkan rasa kepercayaan masyarakat. Sebab, alasan-alasan tersebut pada dasarnya melekat pada diri pemuda dan jika dikembangkan serta dibangkitkan kesadarannya, maka para pemuda dapat berperan secara alamiah dalam kepeloporan dan kepemimpinannya.
Menurut Ginandjar Kartasasmita kepeloporan dan kepemimpinan bisa berarti sama yakni berada dimuka dan diteladani oleh yang lain. Tetapi, kepeloporan dapat diartikan sendiri, yakni menunjukkan sikap berdiri di muka, merintis, membuka jalan, memulai sesuatu, untuk diikuti, dilanjutkan, dikembangkan, serta di pikirkan oleh orang lain.
Keberadaan pemuda di Indonesia sesungguhnya dapat menjadi aset yang berharga bagi masa depan bangsa ini. Sebab, peran pemuda dalam membangun bangsa ke arah yang lebih baik sangatlah besar serta para pemuda mampu menjadikan bangsa ini berdiri sejajar dengan bangsa lain dalam segala bidang.
Selain itu pula, pemuda erat sekali kaitannya dengan karakter, dengan keberanian bahkan dengan ide-ide nya pun sering menjadi sorotan utama dalam kehidupan di negeri ini. Banyak pemuda yang berani mengambil resiko untuk kemajuan negeri ini.
Ada sebuah kutipan yang sering terngiang dalam benak saya, yaitu Negeri ini akan maju dan berhasil dengan banyaknya pemuda, dan negeri ini akan hancur hanya dengan satu pemuda saja. Negari yang berhasil adalah negari yang bangsanya aman dan memiliki karakter yang berkualitas. Karakter yang berkualtas dapat terwujud dari sebuah pendidikan, pendidikan yang menopang dan mempelopori terwujudnya sebuah pendidikan yang berkarakter. Sebab, pemuda yang berkarakter akan menjadi agen emas di negeri ini. Selain itu pula, pemuda  yang berkarakter akan menjadi calon pemimpin yang berkualitas, baik segi religi maupun pengetahuannya. Dalam membentuk karakter memerlukan kabijakan yang mampu mengantisipasi banyak faktor. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi degradasi karakter bangsa.
Saat ini, para pemuda tak lepas dari keterkaitannya dengan dunia pendidikan. Seolah-olah pendidikan sudah menjadi darah daging dalam jati diri para pemuda bangsa ini. Para pemuda yang berkarakter rela mengabdikan dirinya untuk mendapatkan sebuah didikan demi mewujudkan tujuan utama negeri ini, yaitu menjadikan negeri ini menjadi bangsa yang adil dan makmur serta terbebas dari berbagai penjajahan.
Bangsa ini akan maju jika ada salah seorang pemuda yang berani untuk mengambil resiko, mengungkapkan ide, serta berani bertindak untuk mewujudkan pilar – pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Setiap pemuda berhak untuk berfikir, berhak untuk bertindak serta berhak untuk memimpin bangsa dan negeri ini ke arah yang lebih baik lagi. Tak ada seorang pemudapun yang merelakan negerinya hancur dengan begitu saja. Hancur karena terbelenggu oleh kekuatan-kekuatan kekuasaan yang berserakan dimana-dimana. Kekuasaan yang ibaratkan sebuah kerajaan. Saling keterkaitan, saling berhubungan, saling kerja sama, bahkan saling mendukung untuk terwujudnya sebuah dinasti kekuasaan dalam keluarga.
Saat ini, bangssa ini membutuhkan pemuda-pemuda yang tangguh dan berkarakter. Sebab peran pemudalah yang nantinya akan mewujudkan segala impian bangsa ini. Pemuda pulalah yang merubah kenistaan di negeri ini. Tanpa pemuda, entah bagaimana nasib bangsa ini. Pemuda memang mampu menguatkan keinginan bangsa. Mampu memupuk semangat masyarakat.  Mampu mewujudkan yang tak pasti menjadi sebuah kepastian.
Tak ada seorang pemudapun yang menginginkan kekacauan bagi bangsanya sendiri. Maka dari itu, banyak sekali para pemuda yang mulai bergerak dan beraksi untuk mempertahankan kemerdekaan ini. Merdeka dari segalanya. Sebab, saat ini bangsa ini tengah di jajah oleh kecanggihan internet. Banyak sekali anak – anak yang terjerembab dalam penjara kecanggihan.
Suara para pemuda memang lebih didengar dibanding dengan suara para orang tua. Sebab, tindakan-tindakan pemuda telah membuat kepercayaan di banyak masyarakat. Oleh sebab itu, pemuda memang sangat memberikan pengaruh yang baik serta para pemuda memiliki peranan penting dalam setiap goresan sejarah di negeri ini.
Dari setiap uraian di atas, maka dapat di simpulkan bahwa para pemuda merupakan aset terbesar dan berharga bagi bangsa ini. Sebab, para pemudalah yang berani bertindak dengan cepat dalam segala gerakan. Selain itu pula, pemuda juga merupakan aktor dalam setiap perubahan bangsa. Pemuda itu, seolah-olah bagaikan aktor utama yang memerani sebuah film yang sangat fenomenal.
Mungkin, dari setiap sejarah yang telah terukir di negeri ini ada tindak andil yang di goreskan oleh para pemuda. Bahkan, jika di lihat dari sudut pandang lain, pemuda merupakan agen-agen terbaru yang memiliki kekuatan intelektual yang tinggi untuk dijadikan pegangan dalam setiap gerakannya.

Referensi :
Imaroh, Tukhas Shilul. (2014). Peran Pendidikan Dalam Membentuk Pemimpin
Berkarakter. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi.   6 (2), hlm. 1 – 6.
Satries, Wahyu Ishardino. (2012). Abstrak Peran Serta Pemuda Dalam       Pembangunan Masyarakat. Peran Serta Pemuda Dalam Pembangunan
Masyarakat. 1 (1), hlm. 1, 3 dan 6.
Stiami. (2012). Peran Pendidikan Dalam Membentuk Pemimpin Bangsa. Peran
Pendidikan Dalam Membentuk Pemimpin Bangsa Berkarakter. 1(2) hlm.
1 – 3.
Hambowo, Lua. (2010). Peranan Pemuda Dalam Membangun Karakter Bangsa.
            [Online]. Diakses dari disiplinluahambowo.blogspot.com/peranan-pemuda
-dalam-membangun-karakter-harus-diawali-dengan-pendidikan. Pada tanggal 11 Mei 2017


BIODATA PENULIS

Risma Mutmainah, akrab di panggil De atau Risma. Lahir di Garut, 31 Agustus 1997. Saat ini, saya masih berstatus mahasiswa aktif di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, sebut saja Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya. Alhamdulillah, saat ini saya sudah memasuki semester 4 (do’ain aja biar cepet lulus, hehe Amiin). Asal dari Singajaya Kaupaten Garut yang sekarang sedang merantau ke daerah tetangga, ya Kota Tasikmalaya. Kota yang dikenal dengan julukan Kota Santri.

Sejak SMP, saya sudah aktif di beberapa organisasi, baik itu organisasi di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Ada beberapa organisasi yang sempat saya ikuti ketika SMP, diantaranya Pramuka (sebagai Wakil Pratama Putri), OSIS (sebagai sekretaris), Pencak Silat (Anggota), PASUS SMPN 1 Singajaya (Sebagai Bidang Morse), BKC Dojo Singajaya (sebagai Bendahara) dan Komunitas Ngejah (sebagai anggota).

Kemudian di saat SMA, saya aktif di Rohis (kebetulan di periode pertama saya sebagai anggota dan periode kedua saya diamanahi menjadi Sekretaris), dan Pramuka Ambalan Satria Jaya Dewi Sartika (pada periode pertama saya hanya menjadi anggota, kemudian pada periode ke-2 saya diamanahi menjadi sekretaris, dan pada periode ketiga saya diamanahi menjadi Pradana Putri), dan yang terakhir ketika SMA saya juga aktif di BKC (kalau di sekolah saya hanya sebatas anggota saja, tetapi kalau di Dojo saya masih dipercaya untuk menjadi bendahara).

Kini, saya aktif mengikuti beberapa organisasi di kampus, seperti Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HMPGSD) UPI Kampus Tasikmalaya yang kebetulan juga disini saya diamanahi menjadi Sekretaris Umum Badan Eksekutif, kemudian Laboratorium Comunity PGSD UPI Kampus Tasikmalaya (disini saya diamanahi menjadi Asisten Laboratorium IPA di bidang Asistensi dan Akademik) dan BAQI UPI Kampus Tasikmalaya sebagai anggota.

Jika ingin menjalin silaturahim bisa menghubungi:
rismamutmainah753@gmail.com
@rismamutmainah
Risma Mutmainah
rismamutmainah.blogspot.com